RADAR BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil meminta agar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) tidak membuka usaha ritel seperti warung.
Ia menegaskan koperasi tersebut sebaiknya fokus sebagai grosir yang menyalurkan barang langsung dari produsen ke warung-warung milik masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Bogor saat menerima kunjungan Prof. Lukman M. Baga, Guru Besar IPB sekaligus pegiat koperasi dari Perhimpunan Kolaborasi Indonesia Brilian (KIB), sebuah lembaga riset, pendampingan, dan pengembangan koperasi dan UMKM.
“KKMP bertindak sebagai grosir saja, mengambil barang langsung dari produsen lalu menjualnya ke warung-warung, dengan demikian tidak mematikan bisnis masyarakat yang sudah ada,” ujar Adityawarman, belum lama ini.
Prof Lukman yang hadir bersama sejumlah anggota KIB menyampaikan pandangan serupa dan mengingatkan agar model koperasi tidak justru menciptakan konflik ekonomi dengan pelaku UMKM yang telah lebih dulu eksis.
“Koperasi jangan sampai jadi pesaing warung, perannya memperkuat mata rantai distribusi, bukan mengambil alih peran pelaku kecil,” kata Prof Lukman.
Selain itu, ia juga menawarkan pendekatan ilmiah untuk memastikan koperasi berjalan sesuai fungsinya dan melalui KIB Lukman mengusulkan sistem peringatan dini berbasis digital guna mengawasi kinerja koperasi secara berkala.
“Kita bangun sistem monitoring digital, kalau ada koperasi yang keluar dari jalur, langsung terdeteksi bisa kita keluarkan indeks bisnis dan organisasinya,” jelasnya.
Menurut Lukman, nantinya koperasi akan diklasifikasikan dalam empat tipologi yakni koperasi dengan bisnis dan organisasi yang sama-sama kuat, bisnis kuat tapi organisasinya lemah, organisasi kuat tapi bisnisnya lemah, dan keduanya lemah.
Dari situ, KIB akan merilis Indeks Pembangunan Koperasi (IPK) secara berkala, untuk menilai performa koperasi dari aspek bisnis maupun tata kelola.
“Setiap bulan kita bisa keluarkan indeks koperasi dari yang tertinggi sampai yang terendah. Ini akan menjadi alat transparansi dan evaluasi bersama,” pungkasnya.(uma)
Editor : Eka Rahmawati