Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Wali Kota Bogor Usul Sanksi Khusus untuk Pelajar Nakal: Tak Bisa dengan Mudah Diterima di Kampus

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 29 Juli 2025 | 17:05 WIB
Dedie Rachim saat memberi arahan kepada Disdukcapil Kota Bogor
Dedie Rachim saat memberi arahan kepada Disdukcapil Kota Bogor

RADAR BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, angkat bicara soal maraknya perkelahian pelajar nakal yang kembali mencuat di awal tahun ajaran baru 2025/2026.

Dedie menyatakan keprihatinannya atas sejumlah insiden yang melibatkan pelajar dan menegaskan perlunya tindakan pencegahan serius dari seluruh elemen masyarakat di Kota Bogor.

“Memang di awal masa pembelajaran, tahun ajaran baru, keliatannya memang ada beberapa informasi dan berita tentang maraknya tawuran,” ujar Dedie kepada wartawan, Senin 28 Juli 2025.

Menurut Dedie, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menjalin koordinasi intens dengan Polresta Bogor Kota guna mengantisipasi potensi kekerasan pelajar dan mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan kepolisian, seperti pengaktifan tim Raimas (Pengurai Massa) yang berpatroli tiap malam untuk mencegah tindakan kriminal, termasuk begal dan tawuran.

Namun, Dedie menilai, upaya pencegahan perlu melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan ia mendorong sistem early warning berbasis warga agar potensi tawuran bisa segera dilaporkan dan ditindak sebelum terjadi.

“Kita minta dari RT, RW, kelurahan, kecamatan, kalau melihat ada potensi tawuran, langsung lapor ke Polresta, jangan menunggu,” tegas wali kota Bogor.

Lebih lanjut, Dedie menyinggung perlunya sanksi sosial yang lebih tegas kepada pelajar yang terlibat kenakalan remaja, salah satu usulannya adalah membatasi akses pelajar bermasalah ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

“Ke depan, kalau tawuran mengarah ke tindak pidana, saya usulkan agar anak-anak bandel itu di-blacklist oleh sekolahnya artinya, tidak bisa lagi dengan mudah diterima di perguruan tinggi, misalnya. Harus ada kesadaran kolektif di kalangan pelajar untuk menjaga nama baik sekolahnya,” jelas Dedie.

Tak hanya itu wali kota Bogor juga menyoroti keterlibatan miras dalam beberapa kasus tawuran. Menurutnya penjual minuman keras kepada anak di bawah umur harus ditindak keras.

“Kita juga akan minta Satpol PP dan kepolisian menyisir warung-warung atau toko yang menjual miras ke pelajar. Ini berbahaya,” tambahnya. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#wali kota bogor #pelajar nakal