RADAR BOGOR – Komunitas Rangkul (Relawan Keluarga Kita) Wilayah Bogor menggelar sesi edukasi parenting bertajuk 'Manajemen Emosi Diri', Rabu pagi 30 Juli 2025.
Bertempat di Graha Pena Radar Bogor, edukasi parenting dari Komunitas Rangkul ini diikuti sejumlah peserta dari berbagai latar belakang.
Sesi edukasi difasilitasi relawan Komunitas Rangkul Bogor, Nina Marlina, yang memfokuskan materi pada pentingnya memahami emosi pribadi serta pengaruh pola asuh masa lalu.
Dalam pemaparannya, Nina menekankan mengenali kebutuhan emosional diri dan cara memenuhinya adalah kunci untuk menjadi pribadi yang lebih stabil dan tidak reaktif.
"Kita perlu tahu dulu apa yang kita perlukan dalam mengasuh anak—benar atau tidak. Hal ini penting untuk mencegah pola yang kita alami di masa lalu menurun ke anak," jelasnya.
Pengurus Rangkul Regional Jawa Barat, Dwi Indria Krisna, menjelaskan sesi ini merupakan bagian dari modul dasar dari materi basic parenting. Ini menjadi fondasi sebelum peserta mengikuti topik pengasuhan lainnya.
“Sebelum bicara soal anak, kita perlu mengelola emosi diri. Banyak respons kita terhadap anak maupun lingkungan ternyata dipengaruhi oleh pola asuh masa lalu. Ini yang harus kita sadari dulu,” ujarnya.
Menariknya, sesi ini terbuka untuk semua kalangan—tidak hanya orang tua. Beberapa peserta bahkan berasal dari kalangan remaja dan pasangan muda yang baru menikah.
“Rangkul ingin menjangkau siapa saja yang ingin belajar. Termasuk mereka yang belum menikah atau sedang mempersiapkan diri menjadi orang tua,” tambah Dwi.
Koordinator Wilayah Bogor Komunitas Rangkul, Shanina Rosa, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin bulanan. Mereka memiliki beberapa sesi seperti pengasuhan remaja dan berpikir kritis.
"Targetnya, setiap bulan bisa digelar salah satu sesi agar makin banyak warga Bogor yang terjangkau,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini diwarnai diskusi interaktif. Peserta diajak merefleksikan pengalaman pribadi serta pola pengasuhan yang memengaruhi cara mereka menghadapi emosi. (uma)
Editor : Yosep Awaludin