Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Peringatan Puncak HKG PKK ke-53 Tingkat Kota Bogor, PKK Didorong Jadi Motor Penggerak Ketahanan Sosial 

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 31 Juli 2025 | 13:37 WIB
Puncak peringatan HKG PKK ke-53 tingkat Kota Bogor.
Puncak peringatan HKG PKK ke-53 tingkat Kota Bogor.

RADAR BOGOR – Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tingkat Kota Bogor yang digelar di Gedung Gimnasium Vokasi IPB, Rabu 30 Juli 2025.

Ini menjadi momentum penting menegaskan kembali peran PKK sebagai motor penggerak ketahanan sosial di tengah masyarakat.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim dalam sambutannya menekankan PKK bukan hanya sekadar organisasi pelengkap, melainkan ujung tombak dalam membangun sumber daya manusia unggul sejak dari keluarga.

Ia menyebut, keberhasilan pembangunan harus dimulai dari rumah tangga yang kuat dan sehat.

“PKK adalah garda terdepan bagaimana bangsa kita memulai langkah luar biasa yang manfaatnya akan terasa di masa depan," kata Dedie.

"Ini bukan seremoni tahunan, tapi momen menegaskan kembali peran strategis PKK dalam pembangunan,” ujar Dedie.

Ia mengungkapkan, sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Bogor kini dijalankan secara sinergis dengan gerakan PKK.

Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, program Sekolah Rakyat, serta pembangunan dapur pemenuhan gizi (SPPG) untuk anak-anak dan kelompok rentan.

Dedie pun mengajak para kader PKK untuk aktif mengajak warga datang ke puskesmas demi mendukung terbangunnya satu data kesehatan sebagai basis kebijakan publik.

“Alhamdulillah, sekarang warga bisa periksa kesehatan gratis. Ibu-ibu PKK tolong bantu edukasi warga. Kita ingin kebijakan Kota Bogor berbasis data riil dari masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Pemkot Bogor juga terus memperluas jangkauan layanan dasar melalui Program Sekolah Rakyat yang kini menampung 85 anak dari keluarga tidak mampu.

Serta pembangunan 10 dapur SPPG yang ditargetkan menjangkau 120.000 anak hingga 2027.

“Insyaallah pada 2027 seluruh dapur gizi akan tersedia. Kota Bogor harus tuntas dalam layanan makanan sehat bagi anak, ibu hamil, dan kelompok rentan,” tambah Dedie.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, menegaskan gerakan PKK akan terus hadir di tengah masyarakat dengan semangat lintas generasi dan pendekatan empati.

Ia juga mendeklarasikan gerakan “Bogor Geulis”, sebuah inisiatif sosial untuk mendorong kolaborasi antara generasi tua dan muda dalam pembangunan kota.

“Bogor Geulis adalah gerakan moral dan sosial. Kita ingin membangun kota yang tidak hanya tumbuh fisik, tapi juga kuat secara nilai, sosial, dan hubungan antar generasi,” jelas Yantie.

Ia menambahkan, keterlibatan pemuda dalam kegiatan lingkungan dan sosial sangat penting. Seiring dengan peran para senior yang bisa menjadi mentor dan pengarah.

Dalam kesempatan yang sama, berbagai kegiatan sosial juga dilakukan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis yang diikuti 600 warga perempuan.

Kemudian pemberian protein hewani bagi keluarga rentan stunting, edukasi pencegahan pernikahan anak, dan peluncuran Kartu Identitas Anak (KIA).

“Data kesehatan yang kami kumpulkan bukan sekadar angka, tapi peta hati untuk menentukan langkah kebijakan yang tepat sasaran. Ini gerakan dari rumah, dari hati, dan untuk masa depan kota,” pungkas Yantie.

Rangkaian acara puncak HKG PKK ke-53 turut dimeriahkan panen raya, pembagian doorprize, serta penyerahan hadiah lomba antar kecamatan.

Dengan semangat kolaboratif, TP PKK Kota Bogor berharap gerakan ini akan terus hidup dalam keseharian masyarakat dan menjadi kekuatan sosial yang mengakar dalam setiap keluarga. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #pkk #Ketahanan Sosial