RADAR BOGOR - Wartawati senior, Hj Deasy Dasmita meninggal pada Kamis, 31 Juli 2025 pukul 01:15 di RSUD Kota Bogor.
Kepergian almarhumah begitu mendadak, dan menyisakan duka yang sangat mendalam bagi rekan-rekannya, tak hanya di pojoksatu.id, tapi juga di Radar Bogor. Begitu juga rekan-rekan seprofesi di naungan PWI Kota Bogor.
Banyak kenangan dan keteladanan almarhumah semasa hidup, yang layak jadi inspirasi atau motivasi, bagi wartawan-wartawan muda sekarang.
Terlebih, wartawan saat ini sangat dimudahkan untuk mendapatkan informasi, atau bahan berita dengan kemajuan teknologi komunikasi.
Namun wartawan saat ini, juga harus bisa menjadi multi talent, tak hanya menulis, tapi juga harus bisa menjadi kameramen, bahkan menjadi host atau pembawa berita.
Sosok Hj Deasy Dasmita ini, wartawati lokal pertama di Bogor pada era 2000-an, yang cukup terkenal cukup pemberani.
Saya mengenal Hj Deasy Dasmita pada 2001, saat bergabung dengan Harian Radar Bogor. Meski tubuhnya tambun, dia lincah dalam mengejar berita-berita lokal, khususnya di Kabupaten Bogor.
Berita pemerintahan, baik di Pemkab dan DPRD Kabupaten Bogor, cukup pedas dan selalu menjadi viral pada saat itu.
Terlebih koran lokal pertama di Bogor, beritanya harus ‘nakal’ agar menarik perhatian warga kota atau Kabupaten Bogor.
Tak heran, bila berita-berita yang ditulis Hj Deasy Dasmita selalu menjadi rujukan wartawan-wartawan nasional yang bertugas di Bogor.
Ya, kedekatan pejabat di Pemkab Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor, Kejari, Polres Bogor menjadi kekuatan besar dia dalam membesarkan Harian Radar Bogor.
Isu-isu perombakan jabatan di Pemkab Bogor ataupun isu pergantian pengurus partai, Kejari, Polres Kabupaten Bogor, menjadi berita besar di Radar Bogor para era 2000-2006.
Padahal isu-isu seperti itu, awalnya tak begitu laku atau jadi pemberitaan di media nasional.
Maklum pada era tersebut, media massa yang menjadi corong pemberitaan hanya media cetak lokal dan nasional.
Saya ingat, Hj Deasy Dasmita bisa mengungkap rencana pembangunan Terminal Laladon yang berdekatan dengan rencana Pemkot Bogor membangun Terminal Bubulak.
Padahal saat itu, baru soal pembahasan di Pemkab Bogor. Berita ini pun menjadi viral dan menjadi ‘komoditas’ berita oleh wartawan media nasional.
Sayangnya ‘gempuran’ berita lokal dan nasional tak meluluh lantakan keegoisan pemimpin wilayah Kota dan Kabupaten Bogor kala itu.
Kedua terminal itu saat ini tetap berdiri, dan saksi yang menjadi pengingat kedua pemimpin daerah bila berbenturan kebijakan, rakyatlah yang menjadi korban.
Makanya, sekarang Wali Kota Bogor Dedie Rachim dan Bupati Bogor Rudy Susmanto sepakat melaupakan masa lalu, dan kedepannya bersinergi dan berkolaborasi membangun Bogor baik kota maupun kabupaten.
Hj Deasy Dasmita tak hanya rajin membuat berita pemerintahan dan pelayanan masyarakat, tapi juga berita-berita kriminal.
Ya, berita basah, berair mata pada era 2001-2005, begitu hit dan sangat digandrungi masyarakat.
Tak heran pada masa itu, terbit koran khusus kriminal dan halaman khusus kriminal. Nah, Hj Deasy Dasmita pernah menjadi buronan pemilik atau pengusaha hotel ternama di Jalan Pajajaran Kota Bogor.
Gegaranya sangat sederhana, yakni tulisan almarhumah terkait razia atau pengrebegan praktek prostitusi oleh petugas kepolisian di hotel tersebut.
Hj Deasy Dasmita tak mau kompromi saat pengusaha hotel tersebut mendekati dan meminta agar tidak meliput dan memberitakan peristiwa itu.
Namun Hj Deasy Dasmita tetap menulis dan memberitakan peristiwa razia tersebut. Dampaknya, pengusaha hotel tersebut marah-marah dan dibantu preman bayaran, mencari-carinya.
Hampir satu bulan, Hj Deasy Dasmita tidak keluar kantor untuk mencari berita. Namun berkat pergaulannya yang luas, terlebih bergabung dengan PWI Bogor, akhirnya bisa bekerja normal kembali.
Ada satu kata dari alm yang sulit dilupakan yunior-yuniornya yakni ‘‘jangan ingin kaya bila menjadi wartawan’’.
Ya, wartawan bukan profesi untuk mencari uang tapi wartawan professional bertugas mencari dan membuat berita berkualitas, mencerdaskan masyarakat dengan informasi yang akurat, berimbang. Selamat jalan Hj Deasy Dasmita.
Untung Bachtiar
Wartawan Senior Radar Bogor
Editor : Rani Puspitasari Sinaga