RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan Bogorku Bersih 2025, lomba kebersihan tahunan yang kini memasuki tahun ke-10.
Persiapan lomba Bogorku Bersih ini menjadi bagian dari empat agenda strategis Pemkot dalam mendorong tata kelola lingkungan yang bersih dan partisipatif.
Tiga agenda lain, ada Anugerah Bakti Kebersihan Makuta Binokasih, Adipura, dan Forum Kota Sehat Tingkat Nasional. Termasuk lomba Bogorku Bersih, dibahas Pemkot dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah, di Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Kamis, 31 Juli 2025.
Dalam rapat tersebut, Bogorku Bersih 2025 dinilai menjadi titik awal kebersihan dan kesehatan masyarakat. Tahun ini, program difokuskan pada pemilahan sampah dari sumbernya, peningkatan sanitasi, serta inovasi wilayah berbasis masyarakat.
Direktur Radar Bogor, Nihrawati, sebagai penanggung jawab lomba, menyampaikan tahun ini sebanyak 105 RT telah mendaftar secara mandiri. Ini artinya kesadaran masyarakat mengalami peningkatan.
"Tidak sekadar ditunjuk, tapi memang ingin ikut,” ujarnya.
Tahun ini terdapat enam kategori lomba, yakni RT dengan subkategori: pemukiman teratur, swadaya, dan tepi sungai, sekolah SD dan SMP, bank sampah, dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Penilaian dilakukan oleh unsur masyarakat dan lintas instansi. Kriteria mengacu pada indikator Adipura, meliputi partisipasi, kreativitas, sanitasi, pengelolaan ruang terbuka, dan orisinalitas lingkungan.
Salah satu target besar adalah mendorong pemilahan sampah sebesar 50 persen di tingkat rumah tangga. “Mulai dari lubang biopori, pengolahan organik, hingga 3R (reduce, reuse, recycle), semua itu jadi poin penting tahun ini,” jelasnya.
Rangkaian lomba untuk wilayah telah dimulai sejak Februari 2025, dengan sosialisasi, pendaftaran, dan verifikasi lapangan. Sedangkan OPD dan sekolah dimulai pendaftarannya pada Agustus.
Setelah itu penilaian tahap akhir akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Hadiahnya pun totalnya mencapai ratusan juta rupiah.
“Ini bukan hanya soal penghargaan, tapi juga budaya bersih yang harus tumbuh di masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto, menjelaskan Bogorku Bersih saling berkaitan dengan lomba lain. Serta menjadi tolok ukur prestasi kebersihan serta tata kelola lingkungan di Kota Bogor.
“Kalau kegiatan ini bisa dijalankan dengan baik, maka akan berdampak langsung terhadap penilaian kegiatan lain. Sebab indikatornya banyak yang tumpang tindih,” jelasnya.
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dan masyarakat. Ini penting sebagai upaya menyukseskan semua program kebersihan dan kesehatan.
"Agenda hari ini penting untuk menyamakan persepsi, karena indikator penilaian Bogorku Bersih itu saling terkait dengan Adipura dan Kota Sehat. Maka OPD harus betul-betul memahami perannya,” katanya.