RADAR BOGOR – Distribusi air bersih dari Perumda Tita Pakuan Kota Bogor kembali dikeluhkan warga, kali ini di kawasan Batutulis. Selama dua hari terakhir, mereka mengalami mati air selama 2 hari.
Hal ini dibenarkan Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan, Ardani Yusuf. Ia menjelaskan, mati air di Batutulis Bogor terjadi akibat simulasi pemindahan sambungan dari pipa lama, ke jaringan pipa baru.
Simulasi ini dilakukan, untuk mendeteksi pelanggan yang belum terhubung ke sistem pipa terbaru. Makanya mati air dialami di Batutulis, Bogor.
“Pipa lama jenis Asbestos Cement (AC) sudah kami ganti dengan pipa High-Density Polyethylene (HDPE). Kami matikan sementara pipa AC untuk mengetahui pelanggan mana yang belum tersambung ke pipa baru,” jelas Ardani.
Menurutnya, metode ini lebih efisien dibandingkan pengecekan sambungan secara manual. Dengan mematikan aliran dari pipa lama, pelanggan yang terdampak akan melapor, dan data mereka langsung dicatat petugas.
“Sebenarnya data sudah kami punya, tapi kalau dicek satu per satu akan memakan waktu. Jadi, kami lakukan simulasi ini agar lebih cepat,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).
Setelah laporan masuk, petugas akan segera memindahkan sambungan ke jaringan pipa HDPE. Jika seluruh sambungan sudah dipindah, pipa AC lama akan dinonaktifkan secara permanen.
“Langkah ini jadi indikator bagi kami untuk memetakan titik mana saja yang belum tersambung ke jaringan baru,” imbuhnya.
Program penggantian pipa tidak hanya dilakukan di Batutulis, tetapi juga di wilayah lain, seperti sepanjang Jalan PGB dari Jembatan Merah menuju Kimia Farma.
“Di sana juga sedang diganti pipa AC ke HDPE, terutama di deretan toko-toko lama,” tambahnya.
Untuk wilayah Batutulis, Ardani memastikan simulasi telah rampung dan aliran air sudah dibuka kembali. Ia berharap distribusi air kembali normal mulai Jumat (1/8/2025).
“Simulasinya sudah selesai. Besok mudah-mudahan alirannya kembali lancar,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga