RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meyakini sepuluh proyek strategis yang tengah berjalan akan rampung Desember meski progres fisiknya masih tergolong rendah.
Soal rencana proyek strategis itu disampaikan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan pada Setda Kota Bogor, Irfan Zacky Faizal, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (30/7/2025).
Dari sepuluh proyek strategis yang direncanakan Pemkot Bogor, delapan di antaranya sudah mulai dikerjakan.
Dua proyek lainnya masih dalam tahap awal. Satu proyek masih dalam proses pengadaan, yakni rehabilitasi Stadion Pajajaran, dan satu lagi—pembangunan taman di Lapangan Yasmin oleh Disperumkim—baru saja meneken kontrak.
Irfan merinci, lima dari sepuluh proyek berada di bawah Dinas Pendidikan, sisanya tersebar di Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, dan Dinas PUPR.
Proyek-proyek tersebut kini dimonitor secara aktif oleh Bagian Administrasi Pembangunan bersama para pelaksana.
Ia mengakui progres fisik tiap proyek sangat bervariasi. Revitalisasi SDN Duta Pakuan telah mencapai 55 persen, dan pembangunan SDN Cimahpar berada di kisaran 50 persen. Proyek lain seperti SDN Bubulak juga menunjukkan perkembangan baik.
Namun, ada juga proyek yang tertinggal jauh. SD Gang Aut baru mencatat progres sekitar 4,3 persen.
SDN Kencana 1 masih di angka 7 persen, sementara SDN Cimanggu yang memiliki anggaran Rp3,8 miliar baru terealisasi 22 persen dengan deviasi 11 persen.
Di sisi lain, proyek lanjutan Jalan R3 oleh Dinas PUPR juga masih dalam tahap pematangan lahan, dengan progres sekitar 7 persen. Kendati begitu, pemasangan drainase sudah mulai dilakukan.
Untuk sektor kesehatan, pembangunan UPTD PSC menunjukkan realisasi fisik sebesar 35 persen. Sedangkan proyek revitalisasi terminal Bubulak baru menyentuh angka 8 persen per 20 Juni lalu.
"Ini laporan beberapa waktu lalu tapi progres ini kemungkinan sudah meningkat dan akan diperbarui dalam rapat evaluasi mendatang," ungkapnya.
Secara keseluruhan, progres fisik masih berada di bawah 60 persen. Namun Irfan optimistis seluruh proyek bisa selesai sesuai target, yakni Desember 2025. Deviasi rata-rata proyek masih berada di posisi positif, yang menunjukkan adanya cadangan waktu antara rencana dan realisasi.
"Semua masih dalam proses positif pembangunannya seperti Duta Pakuan mendekati ke finishing. Begitu pun beberapa proyek lain yang di atas 50 persen yang bisa sesuai jadwal," jelasnya.
Irfan menegaskan musim hujan tidak dijadikan alasan keterlambatan. Semua pihak sudah menyepakati metode pelaksanaan proyek yang memungkinkan pengerjaan tetap berjalan meski cuaca buruk. Ia meminta penyedia jasa menyesuaikan jam kerja atau metode teknis tanpa mengganggu warga sekitar.
Dengan sisa waktu lima bulan, Irfan menilai pelaksanaan proyek masih ideal. Apalagi beberapa proyek tidak memerlukan konstruksi berat.
Lapangan Yasmin, misalnya, diprediksi bisa rampung tepat waktu karena pengerjaannya tidak kompleks.
"Tiga proyek ditargetkan selesai lebih cepat, yaitu Terminal Bubulak pada 5 Oktober, UPTD PSC pada 11 Oktober, dan satu proyek sekolah pada bulan yang sama," bebernya. Sementara proyek lainnya, seperti SDN Cimanggu, SDN Kencana 1, dan SDN Gang Aut ditargetkan rampung pada pertengahan hingga akhir Desember.
Untuk Stadion Pajajaran, Irfan mengatakan prosesnya masih berada di tahap evaluasi lelang oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP). Jika evaluasi selesai awal Agustus, maka kontrak dapat segera ditandatangani dan pekerjaan bisa dimulai bulan itu juga.
Lebih lanjut dia memastikan monitoring dilakukan secara intensif bersama tim pelaksana dan PPK. Hingga kini belum ada titik kritis yang mengkhawatirkan sehingga ditargetkan semua bisa selesai di Desember akhir.
“Kami terus mengingatkan dan memantau agar semua berjalan sesuai jadwal. Jangan sampai lalai. Saat ini semuanya masih aman dan on-track,” ujarnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga