RADAR BOGOR – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia atau ICMI Orda Kota Bogor menggelar Majelis Taklim Berdaya, Sabtu 2 Agustus 2025.
Kegiatan ICMI ini diikuti sekitar 80 peserta yang merupakan ibu-ibu dari Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.
Program ICMi Orda Kota Bogor ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran majelis taklim di tengah masyarakat. Salah satunya melalui penguatan sistem manajemen dan tata kelola kelembagaan.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah mengoptimalkan peran majelis taklim, terutama dalam manajemen dan tata kelola kelembagaan,” ujar Arief Rahman Badrudin, Ketua ICMI Orda Kota Bogor.
Dengan pembinaan berkelanjutan, diharapkan majelis taklim dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Dengan perbaikan sistem dan peningkatan kualitas materi, majelis taklim bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Program ini akan dilaksanakan secara bertahap di kecamatan-kecamatan lain. Beberapa di antaranya seperti Bogor Barat dan Bogor Selatan.
“Ini bagian dari pembinaan berkelanjutan terhadap majelis-majelis taklim ibu-ibu di Kota Bogor,” sambung Arief.
Sebagai bentuk tindak lanjut, ICMI akan membentuk Majelis Al-Adzqiya. Ini direncanakan menjadi wadah gabungan dari berbagai majelis taklim.
Arief menjelaskan para anggotanya tetap aktif di majelis masing-masing namun terhubung dalam satu sistem pembinaan bersama. Ini bertujuan untuk menyatukan visi.
“Para anggotanya tetap beraktivitas seperti biasa, tapi tergabung dalam satu sistem pembinaan bersama di bawah Majelis Al-Adzqiya*,” jelasnya.
Melalui wadah ini, para pimpinan majelis akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Materi pembinaan mencakup keilmuan dan keterampilan praktis.
“ICMI punya banyak pakar di bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan yang akan dilibatkan dalam proses ini,” ujarnya.
Dengan sistem ini, seluruh anggota akan terdaftar secara resmi dan mendapat pembinaan rutin. Tujuannya agar mereka dapat meningkatkan peran dalam membina keluarga dan masyarakat.
“Para ibu-ibu ini akan dibina secara rutin agar lebih siap membina lingkungan sekitarnya,” tutup Arief. (rp1)