Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lampu Merah di Simpang Ekalokasari Bogor Pakai Mode Flashing Traffic Light, Pengendara Sebut Rawan Kecelakaan

Muhamad Rifki Fauzan • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 16:24 WIB
Suasana arus lalu lintas di Simpang Ekalokasari Kota Bogor saat diberlakukan flashing trafic light.
Suasana arus lalu lintas di Simpang Ekalokasari Kota Bogor saat diberlakukan flashing trafic light.

RADAR BOGOR - Pemberlakuan mode flashing trafic light di simpang Ekalokasari menuai beragam reaksi. Tidak adanya lampu merah yang mengatur arus kendaraan oleh sebagian masyarakat dianggap rawan kecelakaan.

Kondisi itu kerap dikeluhkan oleh pengendara yang mengaku khawatir saat melintasi jalur Simpang Ekalokasari.

Salah satunya diungkapkan oleh Fredy yang mengaku melintas di Simpang Ekalokasari.

Menurutnya, skema arus lalu lintas yang baru di Simpang Ekalokasari Kota Bogor berbahaya untuk keselamatan para pengendara.

“Pasti bahaya karena di sini jalur aktif, kalau di puteran lampu merahnya dimatiin pasti banyak kendaraan yang lalu lalang membahayakan lah kalau menurut saya begitu,” ujar Fredy kepada Radar Bogor.

Menurut Fredy tujuan untuk mengurai kemacetan belum terwujud sebab antrean arus lalu lintas dipandangnya masih saja terjadi dan banyak kendaraan yang berebut untuk mengambil jalan.

Fredy menduga kondisi puncak kepadatan arus lalu lintas dapat terjadi dimomen-momen liburan terlebih Jalan Danasasmita Batutulis saat ini belum bisa digunakan.

“Jadikan orang yang dari Pamoyanan mau ke bawah (Jalan Siliwangi) pasti lewat sini, belum lagi ini puterannya kan gatau siapa yang harus jalan lebih dulu, jadi saling menunggu,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Yudi yang mengaku lebih mendukung pengaktifkan kembali lampu merah sebab baginya itu dapat membuat pengendara lebih tertib.

Meski belum ada terjadi kecelekaan baginya, pengaktifkan kembali lampu merah menjadi cara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan karena skema yang baru diakuinya membuat semrawut arus lalu lintas.

“Bahaya juga soalnya kalau motor itukan ibaratnya pengen buru-buru gak mau ngalah,” kata Yudi saat ditemui di Simpang Ekalokasari, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Pria berusia 50 tahun itu berharap ada evaluasi dari skema arus lalu lintas yang baru ini, jika tetap kekeuh ingin dijalankan Yudi memandang perlu ada petugas yang stand by mengatur arus lalu lintasnya.

“Aman atau engganya tidak tahu soalnya inikan baru dua hari kemarin sama sekarang aja, kalau menurut saya lebih baik seperti biasa ada lampu merah,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Sujatmiko menjelaskan kebijakan terbarunya ini masih tahap uji coba dan akan dilakukan evaluasi pada Senin mendatang.

Dengan diberlakukannya mode flashing, pengendara tetap diminta waspada dan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, arus lalu lintas diarahkan agar tetap mengalir tanpa berhenti total.

"Kendaraan tetap mengalir, tapi tidak ugal-ugalan, masyarakat bisa lebih nyaman dan tidak terganggu oleh lampu merah," ujarnya.

Kebijakan tersebut diakuinya untuk mendorong angkot yang kerap ngetem di Simpang Ekalokasari dan Sujatmiko berharap ke depan tidak ada lagi terminal bayangan.(rp1)

Editor : Eka Rahmawati
#Ekalokasari Bogor #lampu merah #flashing traffic light