RADAR BOGOR - Walikota Bogor, Dedie Rachim menyatakan dukungannya agar golok diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Dorongan untuk jadikan golok sebagai warisan dunia ini disampaikan Walikota Bogor Dedie Rachim dalam acara Mahakarya Pesona Pusaka Nusantara di Botani Square Mal.
Menurut Walikota Bogor Dedie Rachim, golok lebih dari sekadar senjata. Ia adalah warisan adiluhung yang menyimpan empat filosofi mendalam:
- Simbol Keseimbangan: Golok merepresentasikan harmoni dalam kehidupan.
- Korelasi dengan Alam: Golok memiliki hubungan erat dengan alam dan pemiliknya.
- Lambang Kejantanan: Golok digambarkan sebagai simbol kekuatan dan keberanian.
- Pusaka Leluhur: Golok adalah peninggalan berharga dari para leluhur Nusantara.
"Sudah sewajarnya kita mendukung kegiatan semacam ini dan tentu saja harus ada usaha yang luar biasa untuk bisa menuju UNESCO," ujar Dedie.
Ia menambahkan, bahwa dengan kolaborasi dan kebersamaan, impian ini bisa terwujud.
Perjuangan "Golok Road to UNESCO"
Inisiatif ini tidak lepas dari peran penting Gatut Susanta, tokoh Bogor yang mempelopori gerakan "Golok Road to UNESCO".
Dedie Rachim memuji kegigihan Gatut dan berjanji Pemerintah Kota Bogor akan mendampingi perjuangan ini sampai tuntas.
Namun, Gatut mengungkapkan bahwa ada satu kendala besar yang harus diatasi.
Baca Juga: Disdagin Kabupaten Bogor Hadirkan Dirga, Inovasi Digital yang Bisa Pantau Harga Sembako Langsung
Golok belum mendapatkan pengesahan nasional dari Provinsi Jawa Barat.
Dirinya berharap tiga provinsi besar Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta bisa bersatu demi memberikan kekuatan dalam mendorong pengesahan ini.
"Semoga dapat secepatnya disahkan sehingga dari tiga provinsi ini bisa menjadi modal kekuatan kita dalam mendorong golok di UNESCO," harap Gatut.