Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jejak Perjuangan Jenderal Sudirman Hidup Kembali di Bogor Melalui Kegiatan Napak Tilas di Museum PETA

Kholikul Ihsan • Senin, 4 Agustus 2025 | 10:04 WIB
Kegiatan napak tilas di Museum PETA
Kegiatan napak tilas di Museum PETA

RADAR BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengingatkan kembali generasi muda akan pentingnya meneladani semangat perjuangan Jenderal Sudirman.

Dalam sebuah kegiatan napak tilas di Museum Pembela Tanah Air (PETA), Minggu, 3 Agustus 2025, Dedie Rachim menegaskan bahwa sejarah pahlawan nasional ini bukan hanya cerita masa lalu, melainkan inspirasi abadi untuk membangkitkan nasionalisme.

Menurut Dedie Rachim, napak tilas ini adalah bentuk penghormatan dan refleksi mendalam atas pengorbanan yang tak ternilai.

"Jenderal Sudirman wafat di usia 32 tahun. Dalam kondisi sakit, beliau tetap berjuang bergerilya bersama pasukannya demi mempertahankan kemerdekaan. Ini adalah perjuangan luar biasa yang patut dikenang," ujarnya, menyoroti betapa besar pengorbanan sang jenderal.

Untuk memberikan gambaran nyata, panitia membawa replika tandu milik Jenderal Sudirman.

Replika ini menjadi simbol betapa beratnya perjuangan yang dilakukan sang jenderal.

"Tadi kita baru jalan 8 kilometer saja, kita sudah keteteran. Bayangkan, Jenderal Sudirman bergerilya keluar masuk hutan dalam kondisi sakit."

Hal ini, kata Dedie Rachim, adalah representasi perjuangan hebat yang harus diwariskan kepada generasi muda.

Bogor dan Warisan Sejarah yang Kuat

Kegiatan ini memiliki makna khusus bagi Kota Bogor yang telah ditetapkan sebagai Kota Pembela Tanah Air pada tahun 1982.

Hal ini menunjukkan peran penting Bogor dalam sejarah perjuangan bangsa.

Fauzi, pemeran Jenderal Sudirman dari Purna Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), menjelaskan bahwa napak tilas ini adalah cara untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan.

"Harapannya, generasi muda saat ini dapat memahami bahwa perjuangan para pahlawan belum punah dan harus terus dilanjutkan," ungkapnya.

Semangat yang sama juga dirasakan oleh komunitas masyarakat, seperti Onthel Community Bogor (ONCOM). Salah satu anggotanya, Memet Gonzales, merasa bangga bisa terlibat.

Komunitasnya ikut memeriahkan acara dengan membawa sepeda onthel sebagai bagian dari napak tilas, menunjukkan bahwa semangat perjuangan bisa diwujudkan dalam berbagai cara kreatif. Partisipasi mereka juga menjadi bukti antusiasme masyarakat untuk melestarikan sejarah.***

Editor : Eli Kustiyawati
#wali kota bogor #Jenderal Sudirman #napak tilas #Dedie Rachim