RADAR BOGOR — Memasuki awal musim kemarau 2025, sejumlah wilayah di Jawa Barat mulai mengalami dampak kekeringan. Namun, hingga awal Agustus ini, Kota Bogor masih tergolong aman.
Hal itu disampaikan langsung Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, Senin 4 Agustus 2025.
Menurut Dimas, sampai saat ini belum ada laporan masuk terkait kekeringan dari masyarakat maupun instansi wilayah.
Meski begitu, BPBD tetap menyiagakan langkah antisipasi sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk.
“Sampai saat ini belum ada laporan masuk ke kami terkait kekeringan. Tapi kami tetap mengantisipasi,” kata Dimas melalui pesan singkat.
Sebagai bentuk kesiapan, pihaknya melakukan evaluasi rutin terhadap lokasi-lokasi yang sempat mengalami kekeringan pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan data tahun 2024, BPBD mencatat ada empat kejadian kekeringan di dua wilayah, yakni tiga kejadian di Kelurahan Cilendek Barat dan satu kejadian di Cipaku.
“Itu hasil pembongkaran data tahun lalu. Tahun ini, kami coba lihat situasi lapangan dan tetap waspada,” ujarnya.
Dimas menambahkan, meski belum ada tanda-tanda kekeringan, pihaknya berharap kondisi ini dapat terus terjaga.
Dia juga mengajak masyarakat untuk menjaga penggunaan air bersih secara bijak serta melaporkan lebih awal jika mengalami gejala krisis air di lingkungannya.
“Semoga air tetap melimpah dan membawa berkah serta manfaat. Kami berharap tidak ada kejadian kekeringan di Kota Bogor tahun ini,” pungkasnya.
Sementara itu, BPBD Kota Bogor tetap menyiagakan jalur komunikasi dan koordinasi dengan perangkat wilayah serta instansi terkait, agar respons cepat bisa dilakukan jika situasi berubah.
Masyarakat juga bisa menyampaikan laporan darurat melalui layanan 112 atau saluran resmi BPBD Kota Bogor. (uma)
Editor : Alpin.