Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lapangan Kerja Banyak di Luar Kota Bogor, Disnaker Minta Masyarakat Tak Sungkan Merantau

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 6 Agustus 2025 | 15:52 WIB
Ratusan pencari kerja memadati stand Job Fair 2025 di Mall BTM Kota Bogor, Rabu 6 Agustus 2025.
Ratusan pencari kerja memadati stand Job Fair 2025 di Mall BTM Kota Bogor, Rabu 6 Agustus 2025.

RADAR BOGOR – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bogor meminta pencari kerja untuk siap menerima peluang kerja di luar wilayah Bogor.

Hal itu disampaikan Sekretaris Disnaker Kota Bogor, Sahib Khan, saat hari pertama pelaksanaan Job Fair yang digelar di Mall BTM Bogor, Rabu 6 Agustus 2025.

Menurut Sahib, dari total 33 perusahaan yang berpartisipasi, hanya 7 dari Kota Bogor.

Sisanya, sebanyak 25 perusahaan datang dari luar daerah seperti Jadetabek, serta satu instansi dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Kondisi tersebut menunjukkan terbatasnya lapangan kerja lokal di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja.

Dari hasil inventarisasi Disnaker, terdapat 110 posisi jabatan dengan total kebutuhan mencapai sekitar 2.000 tenaga kerja.

“Bagi masyarakat Kota Bogor, harapan kami setelah melihat informasi ini, meskipun harus bekerja di luar kota, setidaknya diterima dulu. Ini bagian dari adaptasi terhadap dinamika dunia kerja saat ini,” tegas Sahib.

Disnaker mencatat, hingga pukul 12.30 WIB di hari pertama pelaksanaan, jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari 1.500 orang.

Mayoritas berasal dari kalangan lulusan SMK dan perguruan tinggi, dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun.

“Kebanyakan fresh graduate. Kami ingin mereka bisa lebih mudah mengakses informasi kerja tanpa harus datang ke banyak tempat. Di sini mereka tinggal memilih sesuai minat dan kompetensinya,” lanjutnya.

Adapun jenis lowongan yang paling banyak ditawarkan mencakup bidang sales, outsourcing, jasa, serta peluang kerja ke luar negeri di sektor hospitality dan pertanian.

“Beberapa LPK juga hadir menawarkan kerja di luar negeri,” kata Sahib.

Meski kegiatan digelar di Bogor, Disnaker menekankan Job Fair ini terbuka untuk semua pencari kerja, tanpa batas wilayah.

“Prinsip kami, Dinas Ketenagakerjaan tidak boleh diskriminatif. Siapa pun warga negara Indonesia boleh hadir,” tandasnya.

Job Fair ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bogor menekan angka pengangguran terbuka yang masih tinggi, yakni sebesar 8,13 persen atau setara dengan 40 ribu warga yang belum bekerja.

Disnaker Kota Bogor menargetkan, minimal 200 peserta bisa langsung terserap setelah gelaran ini.

Pihaknya juga merencanakan Job Fair lanjutan pada Oktober mendatang, mengingat banyak perusahaan yang biasanya membuka lowongan menjelang akhir tahun.

“Tapi kami pastikan dulu jumlah lowongan kerja mencukupi agar sebanding dengan jumlah pencari kerja yang hadir,” pungkas Sahib.

Salah satu pelamar kerja, Aginia, mengaku antusias mengikuti Job Fair karena membuka banyak pilihan bagi lulusan baru.

“Menurut saya, ini sangat membantu. Apalagi buat yang baru lulus seperti saya,” ujar perempuan yang baru saja menyelesaikan SMA tersebut.

Meski saat ini Aginia masih bekerja, ia tetap mencari peluang yang lebih sesuai dengan minat dan keahliannya. “Saya udah kerja, tapi lagi cari kerjaan baru juga. Tadi saya sudah lamar ke lima perusahaan,” katanya.

Beberapa lowongan yang ia incar berada di sektor penjualan dan pemasaran. Salah satunya adalah posisi sales di perusahaan otomotif.

“Yang paling saya minati itu di Honda, bagian sales,” ungkapnya.

Soal persyaratan, ia mengatakan tidak membawa dokumen fisik, tapi memilih mengirim CV secara digital. “Lewat email semua, jadi tadi tinggal kirim saja,” ujarnya. (uma)

Editor : Alpin.
#disnaker kota bogor #pencari kerja #job fair