RADAR BOGOR – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor bersama Dinas Perhubungan (Dishub) mengambil langkah tegas untuk menciptakan kenyamanan di dalam angkutan umum.
Salah satunya adalah dengan memasang stiker bertuliskan “Dilarang Ngamen” di seluruh angkot yang beroperasi di wilayah Kota Bogor.
Kebijakan ini muncul sebagai respons atas banyaknya keluhan masyarakat yang merasa aktivitas mengamen di dalam angkot kerap mengganggu ketenangan penumpang.
Tak sedikit warga yang menyampaikan keresahan karena merasa terintimidasi, terganggu, atau bahkan tidak nyaman saat berada di dalam kendaraan umum.
“Langkah ini diambil demi menciptakan suasana aman dan nyaman bagi seluruh pengguna angkutan umum,” ujar Sunaryana, Ketua Organda Kota Bogor.
Sunaryana menegaskan bahwa pemasangan stiker larangan ngamen akan dilakukan secara bertahap di semua trayek angkutan kota yang ada di Bogor.
Ia juga menyebutkan bahwa, selain sebagai upaya penertiban, kebijakan ini memiliki misi edukatif, khususnya bagi para sopir angkot.
Selain itu, kebijakan ini bertujuan agar para sopir lebih peduli terhadap kondisi kendaraannya dan situasi di dalamnya.
Sopir harus menjadi pelindung kenyamanan penumpang, bukan sekadar pengemudi.
Pemasangan stiker ini bukan sekadar simbol larangan semata, tetapi juga menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dan Organda dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi umum di Bogor.
Diharapkan, penumpang dapat merasa lebih aman dan tidak lagi waswas setiap kali menggunakan jasa angkot.
Meskipun belum disebutkan apakah akan ada sanksi bagi pelanggaran terhadap aturan ini, masyarakat menyambut baik langkah awal tersebut.
Beberapa warga berharap ke depannya ada pengawasan yang konsisten dan keberlanjutan program, agar larangan tersebut tidak hanya menjadi formalitas tempelan semata.
Di media sosial, kebijakan ini menuai berbagai reaksi. Ada yang mendukung penuh, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan efektivitasnya.
“Stiker larangan udud aja nggak mempan, apalagi ini. Tapi semoga efektif,” tulis seorang warganet.
Namun, banyak pula warga yang melihat ini sebagai langkah positif awal, terutama untuk melindungi anak-anak, lansia, dan penumpang perempuan dari situasi yang tidak nyaman selama perjalanan.***
Editor : Eli Kustiyawati