RADAR BOGOR - Kepadatan arus lalu lintas terjadi di Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor Jumat 8 Agustus 2025.
Kondisi ini terjadi menyusul adanya revitalisasi Jembatan Cibalok di ruas Jalan Raya Tajur tersebut.
Rekayasa lalu lintas pun diberlakukan. Jalan Raya Tajur kini hanya menyisakan dua space lajur. Kendaraan yang memiliki bobot besar disarankan untuk tidak melintas.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Coki Irsanja mengatakan, bagi kendaraan besar yang melintas dari arah atas menuju Kota Bogor untuk bisa langsung masuk Tol Ciawi.
“Kendaraan besar seperti bis atau truk bisa mengarah ke Ciawi untuk masuk tol langsung yang dari arah atas. Jadi tidak melintas ke Jalan Raya Tajur,” ujar Coki.
Saran serupa juga dilakukan dari arah sebaliknya. Coki mengatakan, kendaraan besar yang hendak menuju Ciawi agar bisa puter balik, menuju Tol Bogor. Hal ini dilakukan agar tidak menambah volume kendaraan.
Sementara untuk kendaraan kecil seperti roda dua diminta untuk mencari jalur alternatif lain. Coki menyarankan agar mereka bisa melintas jalur yang ada di wilayah Katulampa Kota Bogor.
“Katulampa ada beberapa jalan yang bisa dilalui hanya memang sedikit berputar putar ke tempat-tempat warga,” beber Coki pada Radar Bogor, Jumat 8 Agustus 2025.
Coki memberikan garansi, arus lalu lintas di Jalan Raya Tajur akan tetap diberlakukan dua arah.
Untuk itu pihaknya telah mengerahkan empat personel untuk mengurai kemacetan. Ditambah denagn persoenel gabungan dari Jajaran Raya.
Sekedar informasi, revitasliasi Jembatan Cibalok diinisiasi langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR).
Revitalisasi Jembatan Cibalok ini merupakan lanjutan dari langkah serupa yang sebelumnya sempat dilakukan. Sebab akses ini pernah longsor beberapa waktu lalu.
Tubuh jembatan yang direvitaliasi berada di bagian kiri dari arah Kota Bogor menuju Ciawi. Lebarnya mencapai 16 meter. Pengerjaan ditargerkan rampung dalam waktu 3 sampai 4 bulan mendatang. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin