RADAR BOGOR — Edible Garden merupakan taman yang bukan hanya memiliki fungsi menambah estetika lingkungan, namun juga memiliki fungsi ketahanan pangan dengan produksi sayuran.
Edible Garden ini sebenarnya sudah populer di masyarakat berupa pekarangan. Namun demikian, edible garden ini memiliki desain taman yang kuat.
Desain Edible Garden menerapkan prinsip-prinsip desain sehingga taman terlihat memiliki estetika meskipun diisi oleh tanaman-tanaman sayuran, obat dan aromatik.
Edible Garden akan menjadi trend di masyarakat perkotaan di Indonesia seiring perhatian besar pemerintah akan ketahanan pangan. Diharapkan Edible Garden ini dapat berkonstribusi bagi ketahanan pangan masyarakat.
Pada Tanggal 27 Juli - 7 Agutus 2025 dilakukan pembangunan Edible Garden di KWT Asri Bubulak. Edible garden ini adalah tahap kedua yang merupakan perluasan dari edible garden tahap pertama yang rampung pada bulan Desember 2024.
Cakupan pekerjaan pengabdian masyarakat ini, antara lain adalah penambahan pavement yang nyaman, perbaikan sistem drainase guna mendukung keberlanjutan taman.
Kemudian penanaman komoditas tanaman pangan dalam rangka mendukung ketahanan pangan, serta perawatan taman sayuran yang sudah ada saat ini dari Edible Garden tahap 1.
Manfaat Edible Garden ini adalah agar para wanita tani dan warga masyarakat sekitar dapat memperoleh protein nabati sayuran yang ditanam, sehingga gizi masyarakat penerima dapat terpenuhi.
Apabila masyarakat sehat maka Indonesia akan memiliki sumber daya manusia berkualitas yang berkonstribusi dalam pembangunan di Indonesia.
Pembangunan Edible Garden tahap 2 ini memperoleh pendanaan dari Pengabdian Masyarakat Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) DPMA IPB tahun anggaran 2025.
Adapun dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Dr. Akhmad Arifin Hadi (Departemen Arsitektur Lanskap/ARL) sebagai ketua, bersama Dr. Tati Budiarti (ARL), Dr. Prita Indah Pratiwi (ARL) dan Dr. Zulfikar (Sekolah Vokasi) sebagai anggota.
Kegiatan Pengabdian ini dibantu pula oleh 5 orang mahasiswa S1 ARL sebagai asisten. KWT Bubulak merupakan mitra penerima manfaat edible garden.
Desain Edible Garden tahap 1 yang telah berdiri menggunakan pola desain lingkaran sentrifugal, dimana di bagian tengah adalah plaza berbentuk lingkaran yang dikelilingi oleh planter box yang berpusat pada lingkaran.
Pola ini memberikan ciri khas bagi Edible Garden ini dimana pola desain kebun KWT biasanya berbentuk organik dan persegi. Dengan Pola Lingkaran Sentrifugal ini, Edible Garden terlihat rapi dan indah.
Sementara pada Edible Garden tahap 2, dilakukan perluasan planter box dari pola edible garden tahap 1, sehingga garden terlihat lebih luas.
selain itu dilakukan perawatan terhadap tanaman di Edible Garden tahap 1 dan garden tower yang sudah berdiri agar bisa menghasilkan lebih banyak sayuran.
Dalam hal konstribusi dari mitra, dalam hal ini KWT Asri Bubulak, para wanita tani dan masyarakat sekitar KWT turut serta dalam penanaman di Edible Garden.
Selain itu kegiatan ini juga mendukung program kampus berdampak, dimana Edible Garden memberi dampak positif dalam pemenuhan gizi masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan ini juga mendukung program enrichment course mahasiswa, dimana mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam hal desain lanskap dan pengawasan pekerjaan lanskap.
Taman bukan sekedar menambah estetika lingkungan namun juga memiliki fungsi nyata dalam mendukung ketahanan pangan mandiri, sesuai dengan Asta Cita Presiden dan SDGs 2 Zero Hunger. (***)
Editor : Yosep Awaludin