Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tanpa Surat-Menyurat, Aplikasi SOLID Percepat Penyaluran Bantuan Bencana di Kota Bogor

Fikri Rahmat Utama • Senin, 11 Agustus 2025 | 15:14 WIB
Launching proyek dan aksi perubahan Pemkot Bogor. Salah satu agendanya memperkenalkan fitur baru di Aplikasi SOLID.
Launching proyek dan aksi perubahan Pemkot Bogor. Salah satu agendanya memperkenalkan fitur baru di Aplikasi SOLID.

RADAR BOGOR – Bantuan bagi korban bencana di Kota Bogor kini bisa tiba dalam hitungan jam.

Semua proses, mulai dari pelaporan kejadian, pengajuan permohonan, hingga pengiriman bantuan sosial, kini bisa dilakukan secara real time lewat aplikasi Sistem Online Layanan Informasi Daerah (SOLID), tanpa perlu surat-menyurat yang memakan waktu.

Fitur baru dalam aplikasi ini resmi diluncurkan di Sri Baduga, Plasa Balai Kota Bogor, Senin 11 Agustus 2025 Fitur ini pun menjadi bagian dari digitalisasi tata kelola distribusi bantuan sosial korban bencana.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan pada Setda Kota Bogor, Irfan Zacky Faizal, menjelaskan, fitur tersebut bukan pembuatan aplikasi baru, melainkan penambahan menu di aplikasi SOLID yang memang menjadi platform utama layanan sosial di Kota Bogor.

Tujuannya untuk membuat tata kelola pendistribusian bantuan sosial lebih cepat, baik, dan real time. Sebab selama ini, prosesnya masih dilakukan secara manual.

"Jika ada bencana, perlu surat menyurat dan pemberitahuan manual, sehingga memakan waktu,” ujar Irfan.

Dengan sistem baru ini, kelurahan dapat langsung melaporkan kejadian bencana kapan pun, bahkan di luar jam kerja.

Laporan masuk ke BPBD untuk asesmen, lalu otomatis terverifikasi di Dinas Sosial. Dalam hitungan jam, bantuan bisa langsung disalurkan ke lokasi terdampak.

“Misalnya, jika kejadian terjadi pukul 1 dini hari, kelurahan bisa langsung melapor melalui aplikasi. Kecepatan ini sangat bergantung pada kesigapan aparat wilayah,” tambahnya.

Selain mempercepat penyaluran bantuan, peluncuran fitur baru SOLID ini juga terintegrasi dengan program graduasi bagi penerima bantuan sosial.

Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Dani Rahadian, mengatakan, program tersebut bertujuan mendorong keluarga penerima manfaat untuk naik kelas menjadi mandiri.

“Graduasi ini adalah proses membantu masyarakat dari tidak mampu menjadi mandiri. Kami dampingi mereka dari intervensi awal, pendampingan psikologis, pembekalan keterampilan, hingga siap mandiri,” kata Dani.

Dinsos juga menggunakan Sistem Monitoring Cerdas (Simoncer) untuk memantau perkembangan peserta.

Tahun ini, ada 400 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang akan mengikuti program graduasi, dengan target 750 orang per tahun lulus dari status penerima bantuan.

Dengan kombinasi SOLID dan Simoncer, Pemkot Bogor menargetkan penyaluran bantuan korban bencana lebih cepat, tepat sasaran, dan mampu mendorong kemandirian penerima bantuan. (uma)

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post
Editor : Alpin.
#kota bogor #korban bencana #pemkot bogor