Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Usai Menelan Korban Jiwa, Pemkot Bogor Pertimbangkan Keamanan Kerja di TPAS Galuga

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 11 Agustus 2025 | 21:33 WIB
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.

RADAR BOGOR – Seorang petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, meninggal dunia dalam kecelakaan kerja di TPAS Galuga, Kabupaten Bogor, Senin 11 Agustus 2025.

Insiden ini membuat Pemkot Bogor mempertimbangkan evaluasi sistem keamanan kerja di lokasi tersebut.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menegaskan pihaknya tidak akan memaksakan pengoperasian di lokasi yang berisiko tinggi.

Dia juga membuka kemungkinan pemindahan titik pembuangan sampah jika kondisi di Galuga dinilai membahayakan petugas.

“Kami tidak ingin memaksakan kalau lokasi di situ sudah terlalu banyak sampah. Kami akan melihat lebih lanjut apakah situasi keamanan lingkungan kerja di sekitar Galuga ini masih kita lanjutkan atau bergeser,” kata Dedie saat takziah ke rumah duka di Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan.

Menurut Dedie, luas TPAS Galuga mencapai 38 hektare, namun baru 7–8 hektare yang digunakan. Sebagian area lainnya dimanfaatkan untuk proses control landfill.

Pemkot Bogor disebut Dedie akan menilai kembali kelayakan area aktif saat ini sebelum mengambil keputusan. Langkah ini dilakukan untuk memberikan keamanan tinggi kepada para petugas.

“Tinggal lokasi tersebut apakah masih memungkinkan untuk membuang sampah di situ atau tidak. Makanya kita evaluasi dulu kondisi sesungguhnya seperti apa,” ujarnya.

Kecelakaan yang menewaskan satu PNS DLH itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan informasi awal, insiden dipicu tanah terbuka di area pembuangan yang membuat alat berat terperosok saat beroperasi.

“Kejadiannya sendiri kita harus cari lagi informasi lebih lanjut. Sepintas kami mendapat gambaran bahwa ada tanah yang terbuka sehingga alat berat itu masuk ke dalam tanah,” ucap Dedie.

Informasi yang beredar sempat simpang siur, sebagian menyebut penyebabnya longsor.

Namun, menurut keterangan rekan-rekan DLH, kejadian itu lebih tepat disebut alat berat terperosok akibat bukaan sampah.

“Jadi, mungkin agak beda longsor dan terperosok. Tetapi, kalau dilihat dari kawan DLH, kelihatannya memang ada titik bukaan sampah yang menyebabkan alat berat itu masuk,” jelasnya.

Selain korban meninggal, dua petugas lain juga menjadi korban dalam insiden ini.

Beruntung, keduanya selamat dan kini menjalani perawatan medis. Dedie berharap keduanya segera pulih.(rp1)

Editor : Alpin.
#kecelakaan kerja #DLH Kota Bogor #meninggal dunia #tpa galuga