Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemkot Bogor Luncurkan Strategi Graduasi KPM Bansos, Tata Kelola Bantuan Sosial Korban Bencana Jadi Lebih Cepat

Kholikul Ihsan • Rabu, 13 Agustus 2025 | 05:00 WIB

 

 

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat meresmikan inovasi baru di Balai Kota Bogor. 
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat meresmikan inovasi baru di Balai Kota Bogor. 
 
RADAR BOGOR - Pemkot Bogor melakukan dua inovasi yakni Strategi Graduasi Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dan Tata Kelola Distribusi Bantuan Sosial (Bansos) Korban Bencana. 
 
Strategi Graduasi Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) dan Tata Kelola Distribusi Bantuan Sosial Korban Bencana dihadirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
 
 
Inovasi tersebut secara resmi diluncurkan pada Senin, 11 Agustus 2025, di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor dan menandai komitmen Pemkot untuk mewujudkan visi "Bogor Beres Bogor Maju."
 
Inisiatif graduasi KPM ini tujuannya agar para penerima bantuan sosial (bansos) tidak selamanya bergantung pada bantuan.
 
Baca Juga: Dukung Program Pemkot Bogor, BPN Kejar Penuntasan Sertifikasi Aset Daerah dan RDTR
 
Menurut Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, program ini berlandaskan data dan fakta, dirancang untuk mendorong masyarakat agar bisa mandiri dan memiliki taraf hidup yang lebih baik.

"Graduasi ini ada dua macam, satu alami berdasarkan data per tiga bulan untuk data yang meninggal, yang sudah mampu, yang sudah pindah domisili atau kependudukan itu secara alami akan tergraduasi, kedua graduasi menaikkan grade masyarakat atau menaikkan kelas dari yang tidak mampu, kurang mampu, menjadi mampu untuk menjadi mandiri," jelas Dedie Rachim dilansir dari laman resmi Pemkot Bogor.

 
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Bogor (BKPSDM) Kota Bogor Dani Rahadian mengatakan program itu disokong oleh fitur baru di aplikasi SOLID yakni Sistem Monitoring Cerdas atau Simoncer. 
 
Fitur tersebut bakal mengamati data KPM secara real time, proses graduasi terencana melibatkan beberapa tahapan, mulai dari seleksi usia produktif, pendampingan psikologis untuk mengubah pola pikir, hingga coaching clinic kewirausahaan. 
 
Baca Juga: APBD Perubahan 2025 Alami Defisit, PPP Optimistis Program Prioritas Pemkot Bogor Tetap Jalan
 
Setelah itu, penerima akan diberikan pelatihan keterampilan dan bantuan sosial yang relevan untuk mendukung usaha mereka.
 
Selain graduasi, Pemkot Bogor juga telah memperbaiki tata kelola distribusi bansos untuk korban bencana. 
 
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Irfan Zacky Faizal, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari pengalaman di lapangan, yang mana proses distribusi seringkali memakan waktu.
 
Dengan fitur baru di Aplikasi SOLID, pemberian bantuan dapat dilakukan secepatnya saat bencana terjadi. Hal ini tidak hanya memangkas birokrasi, tetapi juga membuat prosesnya lebih akuntabel, transparan, tepat sasaran, dan efisien. 
 
Semua laporan, dokumentasi, dan data dapat diakses dan disalurkan dengan cepat, memastikan bantuan segera sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.
 
Direktur RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, juga meresmikan inisiatif "Bogor Sehat", program yang fokus pada usaha promotif, preemtif, dan preventif di bidang kesehatan. 
Editor : Eka Rahmawati
#bogor #bansos