RADAR BOGOR – Polresta Bogor Kota punya cara unik menekan angka kenakalan remaja yang belakangan menjadi sorotan.
Lewat program Sahabat Raimas Presisi, ratusan anak muda di Kota Bogor diajak turun langsung ikut patroli bersama tim Raimas Presisi, menyaksikan dan merasakan sendiri dinamika pengamanan malam di lapangan.
Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Eko Agus, menjelaskan program ini merupakan gagasan langsung Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo.
Ide itu muncul setelah melihat maraknya tawuran, konsumsi minuman keras, hingga peredaran senjata tajam di kalangan remaja.
“Daripada mereka menghabiskan malam dengan kegiatan negatif, lebih baik kami ajak mereka ikut merasakan bagaimana tugas polisi menjaga keamanan. Harapannya, timbul kesadaran dan mereka jadi agen perubahan di lingkungannya,” ujarnya.
Program ini digelar rutin setiap malam Minggu sejak tiga bulan lalu. Mekanismenya, setiap angkatan berisi 25 peserta dan berganti setiap pekan.
Hingga saat ini sudah ada 15 angkatan, total sekitar 325 anak muda yang ikut terlibat.
Peserta datang dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, hingga pekerja muda.
Kegiatan yang mereka ikuti pun beragam, mulai dari patroli malam keliling kota, bakti sosial, olahraga bersama anggota Raimas, hingga diskusi keamanan di Mapolresta.
Dimas Pratama, salah satu peserta mengaku awalnya tertarik setelah melihat pengumuman di Instagram Polresta Bogor Kota.
Menurutnya kegiatan ini seru, bisa tahu seperti apa pekerjaan polisi di lapangan.
"Ternyata memang banyak pengalaman baru, termasuk belajar cara mengantisipasi kejahatan,” katanya.
Hal serupa disampaikan Faisal, peserta lain yang masih duduk di bangku kuliah.
Menurutnya, pengalaman ikut patroli membuka mata banyak risiko di malam hari yang sebelumnya tak terpikirkan.
“Sekarang kalau ada teman yang mau nongkrong di jam rawan, saya bisa kasih masukan,” ujarnya.
Kesan serupa juga diungkapkan Nindya, menurutnya peserta kerap diajak ke titik-titik rawan seperti kawasan perbatasan kota, jalur sepi, hingga lokasi nongkrong anak muda.
Tak jarang mereka menemukan kelompok remaja yang membawa minuman keras atau senjata tajam. "Saya pernah ikut menemukan miras di beberapa wilayah," jelasnya.
Tak hanya fokus pada patroli, Sahabat Raimas Presisi juga memiliki sisi pemberdayaan ekonomi.
Setiap malam Minggu, alumni program berkumpul di Polresta untuk ngopi bareng sambil menikmati sajian dari pelaku UMKM yang juga merupakan anggota atau orang tua peserta.
Dengan begitu, program ini tidak hanya menekan kenakalan remaja, tetapi juga memberi peluang usaha bagi warga.
Dampaknya mulai terasa. Menurut Eko Agus, tren tawuran pelajar di Kota Bogor menunjukkan penurunan signifikan sejak program berjalan.
“Alhamdulillah, ada penurunan yang cukup besar. Ini hasil kolaborasi semua pihak, termasuk anak-anak muda yang sudah ikut patroli dan menjadi contoh bagi lingkungannya,” katanya.
Ke depan, Polresta Bogor Kota berencana memperluas cakupan program ini, termasuk menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah dan komunitas pemuda.
Tujuannya agar semakin banyak anak muda yang terlibat dan memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan serta ketertiban kota.
“Kami ingin mereka bukan hanya penonton, tapi ikut menjadi bagian solusi,” tutup Eko Agus. (uma)