RADAR BOGOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, membongkar kanstin beton di sepanjang Jalan R.E Martadinata.
Langkah Dishub Kota Bogor ini diklaim untuk memperlancar arus lalu lintas sekaligus memperluas kapasitas jalan di kawasan tersebut.
Pekerjaan Dishub Kota Bogor dimulai sejak Kamis 14 Agustus dengan menyasar dua sisi ruas jalan sebelum dan sesudah flyover.
Kadishub Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, mengatakan pembongkaran dilakukan karena lajur di lokasi itu tidak berfungsi maksimal.
Jalan R.E Martadinata memiliki tiga lajur, namun keberadaan median membuat jalur tengah hanya bisa digunakan secara bergantian oleh dua kendaraan. Hal ini kerap menghambat laju lalu lintas.
“Tidak selamanya harus antre first in, first out. Harus ada celah supaya lalu lintas lancar. Dengan pembongkaran ini, kapasitas meningkat, kelancaran terjaga,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 15 Agustus 2025.
Selain pembongkaran median, Dishub juga mengganti kanstin beton di ujung jembatan dan simpang dengan water barrier. Perubahan ini disebut lebih aman bagi pengendara.
“Median semen itu keras. Kalau terserempet atau pengendara kehilangan kendali, risikonya tinggi. Dengan water barrier, kalau pun terjadi tabrakan, dampaknya bisa lebih kecil,” katanya.
Pembongkaran median juga bertujuan mengurangi hambatan akibat putar balik (U-turn) yang sebelumnya terkanalisasi.
Menurut Sujatmiko, median yang memblok jalur tengah sering membuat kendaraan belok atau putar balik mengunci arus di belakangnya.
“Sekarang kendaraan bisa putar balik lebih cepat. Belok dari Martadinata ke Merdeka juga bisa langsung tanpa terhalang,” ungkapnya.
Bekas kanstin yang dibongkar langsung ditutup dan diratakan dengan aspal agar bisa segera dilalui.
Penataan dilakukan di dua sisi, yakni dari Air Mancur ke flyover dan dari jembatan ke lampu merah Manunggal.
Untuk median di atas flyover tidak ada perubahan karena kecepatan kendaraan di sana memang perlu dijaga rendah.
Sujatmiko menegaskan, pembongkaran ini murni untuk kelancaran lalu lintas dan tidak ada kaitan dengan jalur Biskita.
Meski begitu, ia mengakui pelebaran jalur akan bermanfaat bagi semua moda transportasi.
“Kita melihatnya untuk semua, supaya arus kendaraan lancar, kemacetan berkurang,” ucapnya.
Pekerjaan ditargetkan selesai dalam sepekan. Setelah itu, Dishub akan melakukan pengecatan ulang marka jalan menyesuaikan jalur baru.
“Kalau sudah di-marking, pengendara lebih nyaman. Harapannya, titik macet di jalan itu berkurang signifikan,” pungkasnya. (uma)