Rampingkan 23 SD Negeri Jadi 11 Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Beberkan Rinciannya
Kholikul Ihsan• Jumat, 15 Agustus 2025 | 17:42 WIB
Salah satu SD Negeri di Kota Bogor yang kena merger Dinas Pendidikan.
RADAR BOGOR - Rampingkan banyaknya SD Negeri, Dinas Pendidikan Kota Bogor berencana melakukan merger 23 sekolah menjadi 11 saja.
Langkah merger SD Negeri ini, merupakan strategi Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk mengatasi kekurangan guru dan memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga.
Mengapa Dinas Pendidikan Kota Bogor Gabungkan SD Negeri?
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menjelaskan bahwa ada dua alasan utama di balik kebijakan merger ini.
Pertama, beberapa sekolah menghadapi masalah kekurangan siswa karena lokasinya terlalu berdekatan dengan sekolah lain.
Kedua, pemerintah kota harus berhadapan dengan aturan baru yang membatasi perekrutan guru honorer. Padahal, kebutuhan guru, khususnya di bidang teknis dan mata pelajaran tertentu, sangat tinggi.
“Dalam kondisi ini kami harus berpikir mencari cara untuk bisa mengatasi kemungkinan turunnya mutu pendidikan di Kota Bogor karena kurangnya guru,” katanya, Rabu (13/8/2025).
Untuk mengatasi tantangan ini, Herry Karnadi menyusun strategi yang komprehensif, yaitu:
* Merger Sekolah: Dua hingga tiga sekolah akan digabung menjadi satu. Penggabungan ini akan menyatukan siswa, guru, dan staf pengajar lainnya.
* Pemadatan Rombongan Belajar (Rombel): Setelah sekolah digabung, jumlah siswa di setiap kelas akan disesuaikan. Jadi satu guru mengajar satu kelas dengan jumlah siswa lebih banyak.
* Optimalisasi Mahasiswa Magang: Dinas Pendidikan akan bekerja sama dengan dua universitas swasta di Kota Bogor, yaitu Universitas Pakuan (Unpak) dan UIKA. Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) akan menjalani magang yang lebih panjang, minimal satu semester, untuk membantu mengajar di sekolah.
* Pemanfaatan Teknologi: Disdik akan menerapkan pembelajaran daring (online). Guru akan mengajar dari satu lokasi, seperti kantor Dinas Pendidikan, dan materi pelajarannya akan disiarkan secara daring ke beberapa sekolah yang membutuhkan guru.
* Sistem E-procurement: Pemerintah Kota Bogor akan mengadopsi sistem lelang elektronik untuk merekrut guru. Guru yang telah terdaftar di Dapodik dapat mendaftar lewat website dan akan digaji menggunakan dana Bantuan