RADAR BOGOR - Aliansi BEM Se-Bogor, melakukan aksi demonstrasi di Jalan Jendral Soedirman, Kota Bogor, Jumat 15 Agustus 2025.
BEM se-Bogor mengekspresikan kekecewaanya terhadap kinerja pemerintah dengan tiarap massal.
Aksi tiarap masal itu diiringi dengan lantunan lagu Ibu Pertiwi. Kedua mata mereka terpejam, sembari menghayati tiap-tiap lirik yang dilantunkan.
Gerakan itu disebut sebagai simbol rakyat yang tertindas. Mereka berkeinginan untuk langsung menyuarakan aspirasinya persis di depan Istana Bogor.
Namun niat mahasiswa itu terhalang dengan penjagaan ketat aparat.
Meski begitu masa tetap memaksa nerobos penjagaan. aksi saling dorong dengan petugas pun terjadi.
Beruntung insiden ini tidak berlarut-larut. Mereka kembali menyuarakan aspirasi ditempat yang telah ditentukan.
Dalam aksinya itu, mereka membawa lima tuntutan. Point-point itu menyasar seluruh aspek kehidupan.
Mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga penindakan hukum yang saling tumpang tindih.
Koordinator BEM Se Bogor, Indra Mahfudzi menegaskan bahwa lima tuntutan itu menjdi bukti bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka.
Kesejahteran rakyat dipandangnya masih direnggut dengan kebijakan yanh tidak berpihak.
“Setiap warga negara harus punya akses adil terhadap sumber daya dan pelayanan publik. Kami ingin pemerintah menepati janji kemerdekaan. Bukan sekadar mengulang kata-kata heroik tiap 17 Agustus,” jelas Indra.
Bagi Indra kemerdekaan sejati seharusnya dibuktikan dengan tidak adanya warga yang takut dengan kelaparan.
Tapi berdasarkan kajiannya fenomena itu masih saja terjadi di lingkungan masyarakat saat ini.
“Kami bersumpah, kami berjanji, tidak akan pernah berhenti, hingga kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh setiap anak bangsa dari Sabang sampai Merauke,” pungkasnya.(rp1)