RADAR BOGOR - Kemeriahan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 di Kota Bogor mencapai puncaknya pada Senin, 18 Agustus 2025 kemarin yang juga dihadiri oleh Wali Kota Bogor Dedie Rachim.
Bertempat di Lapangan RT 01/13, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, sebuah Pesta Rakyat digelar dengan makna yang lebih dalam dari sekadar hiburan.
Acara ini menjadi simbol nyata dari cinta lingkungan dan kebersamaan yang ingin ditularkan oleh Pemerintah Kota Bogor kepada warganya.
Aksi Tanam Pohon, Simbol Pembangunan Merata
Penanaman pohon menjadi pembuka acara pesta rakyat, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, dan juga Wakil Wali Kota, Jenal Mutaqin, sekaligus jajaran Forkopimda dan perangkat daerah.
Penanaman pohon di area perbatasan antara Tanah Sareal dan Kemang ini bukan tanpa alasan.
Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Firdaus, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pesan bahwa pembangunan di Kota Bogor berjalan secara merata hingga ke wilayah-wilayah pinggiran.
Kehadiran para pemimpin di Kota Bogor yang berbaur dengan warga dapat mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan.
Memupuk Rasa Nasionalisme dengan Kegembiraan
Dalam sambutannya, Wali Kota Dedie Rachim menyampaikan bahwa Pesta Rakyat merupakan bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan yang telah diselenggarakan, mulai dari apel kehormatan, ziarah makam pahlawan, hingga upacara bendera.
"Pesta rakyat ini bertujuan mengukuhkan rasa nasionalisme dan persaudaraan di antara warga. Kita laksanakan dalam bentuk kegiatan yang menghibur, dan penuh kegembiraan," ungkap Dedie.
Antusiasme warga terlihat jelas saat mereka berpartisipasi dalam berbagai perlombaan, menikmati hiburan musik, dan menanti hadiah utama.
Tradisi Pesta Rakyat yang selalu berpindah lokasi setiap tahun, seperti yang pernah diadakan di Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Utara, diharapkan terus dilestarikan dan hal ini sebagai pengingat bahwa mengisi kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara positif yang memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.***
Editor : Eka Rahmawati