RADAR BOGOR - Stadion Gor Pajajaran Kota Bogor akan ditutup pada bulan September mendatang.
Penutupan GOR Pajajaran ini dilakukan untuk mendukung proyek rehabilitasi gedung olahraga tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor, Anas S. Resmana mengatakan, selama penutupan GOR Pajajaran, seluruh aktifitas atlet bakal dipindahkan.
Lokasi pemindahan yang akan menjadi tempat latihan sementara yaitu Gedung Olahraga Masyarakat (GOM).
“Kita punya dua GOM yang satu berlokasi di Cimahpar dan yang kedua di Kertamaya. Karena September bulan depan yang pasti sudah ditutup (Stadion Gor Pajajaran),” ujar Anas.
Tidak hanya latihan atlet yang bakal dipindahkan, Anas menerangkan langkah serupa juga bakal menyasar seluruh aktifitas adiministratif kantor, yang ada di Stadion Gor Pajajaran.
Misalnya aktifitas perkantoran Club PSB, Koni Kormi, dan Koperasi. Semua disebut Anas akan dipindahkan ke Kantor Dispora Kota Bogor. Hanya saja langkah pemindahan itu masih berproses.
“Masih dihitung apa saja barangnya. Mungkin nanti bisa pindah ke kantor saya disini. Jadi ini lagi didata baik Koni mauapun Kormi, tonasenya maupun luasan yang diperlukan untuk ruang pengganti,” terang Anas.
Anas memaparkan perbaikan Stadion Gor Pajajaran sendiri akan dilakukan tiga tahap. Pada tahap pertama ini sudah disiapkan anggaran sebesar Rp20 miliar.
Anggaran itu meliputi, Rp3,7 miliar untuk perbaikan rumput baru. Hal ini dilakukan agar menjamin kualitas rumput yang bertaraf internasional. Kemudian perbaikan track atlet atletik.
“Kami akan membangun track baru atletik dari 6 lintasan menjadi 8 lintasasan itu seharga Rp10 miliar. Lalu Rp6,3 untuk membongkar tribun barat,” beber Anas saat ditemui Radar Bogor, Selasa 19 Agustus 2025.
Jika ditotal secara keseluruhan, total anggaran rehabilitasi GOR Pajajaran pada tahun ini sebesar Rp30 miliar. Sisa uang dari perbaikan Stadion bakal dialokasikan ke beberapa vanue lainnya.
“Seperti GOR A, kemudian Indor B lalu lapangan semi indor basket, lapangan soft ball serta panjat tebing. Terakhir ada juga kolam bernang Milla kencana supaya kolamnya bisa taraf internasional,” ucap Anas.
Penutupan aktifitas di lima vanue itu disesuaikan dengan proyek perbaikannya, dan ini waktunya masing-masing berbeda. Namun Anas menghimbau agar mulai bersegera untuk mencari tempat latihan masing-masing.
“Kami akan membuat surat edaean sebelum ditutup berisi tentang himbauan mencari. Karea mencari tempat ini bukan kewajiban kami karena kita tidak ounya tupoksi untuk itu,” pungkasnya.(rp1)