Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kasus DBD di Kota Bogor 2025 Turun Dibanding Tahun Lalu, Dinkes Optimalkan Pencegahan

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 20 Agustus 2025 | 16:32 WIB
Cegah DBD, Relawan Spartan Bogor Lakukan Fogging Keliling Rumah Warga Baranangsiang
Cegah DBD, Relawan Spartan Bogor Lakukan Fogging Keliling Rumah Warga Baranangsiang

RADAR BOGOR – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bogor sepanjang Januari hingga 19 Agustus 2025 tercatat sebanyak 408 kasus.

Angka ini menurun drastis dibandingkan periode yang sama pada 2024, di mana tercatat 2.817 kasus.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, kasus DBD per bulan pada tahun ini meliputi Januari 68 kasus, Februari 67 kasus, Maret 51 kasus, April 47 kasus, Mei 47 kasus, Juni 39 kasus, Juli 54 kasus, dan 1–19 Agustus sebanyak 35 kasus.

Penurunan ini menunjukkan bahwa kasus DBD di Kota Bogor masih terkendali.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno menegaskan penurunan kasus DBD tidak lepas dari upaya pengendalian yang dilakukan secara terintegrasi.

Mereka fokus pada peningkatan sistem surveilans, pengendalian vektor nyamuk, dan kolaborasi lintas sektor.

"Setiap Puskesmas melakukan penyelidikan epidemiologi, pemetaan kasus, hingga analisis data untuk deteksi dini,” ujarnya.

Pengendalian nyamuk dilakukan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), penyuluhan, larvasidasi, dan fogging focus oleh Puskesmas, kader, dan masyarakat.

Selain itu, upaya kolaboratif lintas sektor turut memperkuat pencegahan, termasuk aksi Gerakan Serentak PSN dan pelibatan sumber daya dari berbagai program.

Selain penguatan sistem surveilans, Dinkes Kota Bogor juga meningkatkan kecepatan diagnosis DBD dengan RDT Combo DBD dan NS-1 yang tersedia di Puskesmas dan rumah sakit.

Pertemuan optimalisasi penggunaan RDT juga rutin digelar untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus.

Masyarakat pun dilibatkan aktif dalam pengendalian DBD melalui PSN dengan metode 3M Plus, yaitu menguras dan menutup rapat tempat penampungan air serta mendaur ulang barang yang bisa menampung air.

Plus tindakan preventif seperti memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk, tidur dengan kelambu, dan penggunaan repellent.

“Dengan kolaborasi antara Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat, kita berhasil menekan kasus DBD.

Namun, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, terutama menghadapi musim hujan yang rawan peningkatan kasus,” kata dr. Sri Nowo Retno.

Dinkes Kota Bogor menegaskan akan terus melakukan monitoring, pengendalian, dan edukasi kepada masyarakat agar kasus DBD tetap terkendali hingga akhir tahun.(uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #upaya pencegahan #kasus dbd