RADAR BOGOR – Festival Kopi Legendaris perdana digelar di Lapangan Sempur, Sabtu, 23 Agustus 2025 dan menjadi bagian dari rangkaian Festival Merah Putih 2025.
Enam kopi legendaris Bogor ikut serta yakni Bah Sipit, Keong Mas, Oplet, Kopi Cap Teko, Nikmat, dan Leong Mas. Kopi Bah Sipit menjadi yang tertua yang mana usianya kini genap 100 tahun.
“Festival Kopi Legendaris ini langkah awal agar kopi Bogor masuk hotel, kafe, dan pasar nasional maupun internasional,” ujar Ketua Umum FMP, Benyamin Mbooh.
Ia menyebut Bogor punya sejarah panjang soal kopi sejak abad ke-18 bahkan pernah mengekspor kopi hingga ke Eropa.
“Dengan festival ini, branding UMKM kopi Bogor semakin kuat. Tahun depan akan diperluas ke makanan legendaris,” tambah Benyamin.
Festival menghadirkan 42 tenant dan berlangsung selama dua hari dan kegiatan dibuka dari pagi hingga malam yang dihadiri ribuan pecinta kopi tumpah ruah di Lapangan Sempur.
Danrem 061/Sk Brigjen TNI Faisol Izuddin Karimi menilai festival ini sangat inspiratif dan menurutnya Bogor berhasil menyatukan pelaku usaha kopi dalam satu wadah.
“Hampir semua daerah punya kopi, tapi yang dikemas jadi festival baru Bogor, ini kesempatan besar membangun brand lokal lebih efisien,” ungkap Faisol.
Danrem juga menyoroti kopi unik yang hanya ada di Bogor, salah satunya biji kopi berbentuk bulat, berbeda dengan daerah lain.
“Lokasi yang semula di Botani Square lalu dipindah ke Lapangan Sempur justru lebih tepat, setiap hari kawasan ini ramai dikunjungi warga,” kata Faisol.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim berharap kopi Bogor bisa mendunia dan dari festival ini, ia ingin brand kopi Bogor naik kelas.
“Kopi Bogor harus dikenal bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional, ini saatnya kopi legendaris tampil di panggung dunia,” jelas Dedie.
Wali Kota Bogor memastikan pemerintah siap mendorong promosi kopi Bogor dan berharap kopi legendaris bisa dinikmati semua kalangan.
“Pemerintah bersama panitia siap mendukung kopi Bogor masuk hotel dan kafe, ini tantangan, tapi bukan hal mustahil,” pungkasnya. (rp1)
Editor : Eka Rahmawati