Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dilaporkan ke Polisi Soal Aksi Vandalisme di Balai Kota, GMNI Bogor: Kami Siap Jika Ada Pemanggilan

Muhamad Rifki Fauzan • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 21:50 WIB
Ketua DPC GMNI Bogor Yunandra Sowakil saat menyampaikan keterangan.
Ketua DPC GMNI Bogor Yunandra Sowakil saat menyampaikan keterangan.

RADAR BOGOR – Aksi unjuk rasa mahasiswa di Balai Kota Bogor beberapa waktu lalu berbuntut panjang, coretan di dinding gedung pemerintahan itu kini dilaporkan sebagai tindak vandalisme.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bogor yang mengiinisiasi aksi tersebut menyatakan siap menghadapi konsekuensinya dan mereka menegaskan tidak akan lari jika dipanggil aparat kepolisian.

“Kami siap, kalaupun ada laporan polisi dan pemanggilan kami siap, bahkan hari ini saya bersama jajaran pengurus cabang akan datang ke Polresta menanyakan apakah laporan itu sudah masuk dan bagaimana tindak lanjutnya,” ujar Ketua DPC GMNI Bogor Yunandra Sowakil.

Menurutnya, aksi tersebut sejatinya dirancang sebagai ruang penyampaian aspirasi mahasiswa.

GMNI Bogor telah melayangkan surat audiensi sebelumnya, tetapi tidak pernah direspons oleh Pemkot Bogor.

“Orasi-orasi berjalan, aspirasi kami disampaikan, tapi tidak ada tanggapan, kami sempat menanyakan mau dibawa ke mana arah aksi ini, tapi tidak ada kejelasan,” kata Yunandra.

Ia menilai praktek coret-coret dinding Balai Kota Bogor yang menuai sorotan merupakan bentuk kekecewaan massa aksi.

Yunandra menyebut rencana awalnya hanya melakukan aksi menulis aspirasi di lapangan upacara Balai Kota Bogor.

“Awalnya kami ingin mencoret di lapangan, tapi karena hujan dan tidak bisa dilakukan, akhirnya massa melampiaskan kemarahan dengan menulis di dinding balai kota, itu spontan karena kami merasa tidak didengar,” jelasnya.

Yunandra menegaskan GMNI Bogor membawa gagasan substansial, bukan sekadar aksi corat-coret dan ia menyinggung sejumlah isu, mulai dari kasus meninggalnya petugas kebersihan di TPA Galuga hingga persoalan utang di RSUD Kota Bogor.

“Jangan ditutupi dengan persoalan vandalisme semata, ada ide yang kami bawa, kami menuntut reformasi birokrasi, perbaikan manajemen kesehatan dan keuangan,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, GMNI Bogor membawa sekitar 30 hingga 40 orang massa dan Yunandra mengaku aksi berjalan sesuai prosedur dengan penanggung jawab resmi.

“Aksi kami sesuai administrasi, kami masukan surat pemberitahuan dan saya penanggung jawabnya, apapun dinamika yang terjadi, saya siap bertanggung jawab,” pungkasnya.(rp1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #vandalisme #gmni