RADAR BOGOR - Kemacetan di Jalan Raya Tajur, akibat adanya proyek pembangunan Jembatan Cibalok, membuat Wakil Walikota Bogor Jenal Mutaqin turun tangan.
Jenal Mutaqin memantau langsung lalu lintas di sana, membantu Dinas Perhubungan Kota Bogor, mengurai kemacetan akibat pembangunan Jembatan Cibalok.
Jenal Mutaqin juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga dan pengguna Jalan Raya Tajur Bogor, atas ketidaknyamanan akibat proyek perbaikan struktur Jembatan Cibalok, yang terletak tepat di depan Ramayana tersebut.
Wakil Walikota menjelaskan bahwa proses perbaikan diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober mendatang.
Sebab itu, adanya petugas di lapangan sangat penting peranannya untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
“Saat saya memeriksa lokasi tadi, petugas belum tampak di sana. Namun, kami pastikan ke depan mereka akan hadir secara bergantian selama proses pengerjaan. Kami juga tengah mengkaji beberapa alternatif rekayasa lalu lintas,” ujar Jenal.
Langkah yang tengah dipertimbangkan, adalah sistem buka-tutup jalur lalu lintas secara bergantian untuk menghindari kemacetan parah akibat kendaraan yang bertemu secara bersamaan dari dua arah.
Menurut Jenal, jika kendaraan bergerak sekaligus dari kedua arah, sering terjadi crossing dan kepadatan yang membuat kendaraan sulit bergerak.
Walaupun perbaikan Jembatan Cibalok merupakan proyek milik Pemerintah Pusat, Pemkot Bogor berkomitmen membantu pengawasan, sekaligus menjamin kelancaran arus kendaraan selama pembangunan berlangsung.
“Kami juga sudah menginstruksikan pemasangan papan informasi proyek agar masyarakat mengetahui jadwal hingga selesai. Sekali lagi kami mohon maaf kepada warga dan pengguna jalan lainnya atas ketidaknyamanan ini,” pungkasnya.