RADAR BOGOR – Wacana pengadaan tranportasi trem di Kota Bogor kembali digemborkan. Pemerintah mengklaim bahwa sudah ada sejumlah investor yang tertarik untuk ikut serta mewujudkan cita-cita tersebut.
Informasi itu disampaikan langsung Wali Kota Bogor, Dedie Rachim. Ia menyebut pihaknya akan segera mengkaji skema bisnis dengan para investor terkait transportasi trem tersebut.
“Ya, investor sudah ada yang menyatakan minat meskipun skema bisnisnya bakal kita matangkan lagi,” ujar Dedie kepada awak media soal transportasi trem.
Dedie menerangkan, trem merupakan wujud transformasi di bidang transportasi umum. Karena itu, pihaknya bakal serius untuk merealisasikan rencana tersebut.
Kehadiran transportasi trem di Kota Bogor dapat menjadi ciri kota modern. Moda transportasi umum besutan PT INKA ini, dipandang Dedie, akan lebih ramah terhadap lingkungan karena pengoperasiannya menggunakan listrik.
“Jadi green transportation. Dia (kereta trem) pakai listrik tanpa bensin, tanpa solar, emisinya juga rendah. Kami harapkan inilah sebagai jawaban kota modern masa depan,” jelas Dedie.
Transportasi trem ini rencananya akan mulai diuji coba pada akhir tahun 2026 mendatang. Seluruh sarana dan prasarana pengoperasiannya disiapkan langsung oleh PT INKA. Titik uji cobanya di Alun-alun Kota Bogor.
“Insya Allah akhir 2026, karena di Solo diuji coba maka di Bogor juga. Trainset nya sudah siap meskipun bukan low-deck tapi high-deck. Mereka siapkan relnya beserta trainsetnya,” terang Dedie.
Jika sudah resmi beroperasi, transportasi trem ini bakal melintas sepanjang 8 km. Rutenya dimulai dari Baranangsiang dan akan ada 17 halte atau titik pemberhentian.
Transportasi trem ini nantinya berfungsi sebagai feeder dari LRT yang direncanakan tembus hingga ke Baranangsiang. Dedie berharap langkah ini dapat mengurai kemacetan di Kota Bogor.
“Setelah mereka naik trem, warga bisa pakai Biskita Trans Pakuan. Kemudian
feeder yang lebih dalamnya pakai angkot. Tapi angkotnya harus yang modern supaya menunjang Kota Bogor sebagai green city,” pungkasnya. (rp1)