RADAR BOGOR – PT Mandiri Banana Indonesia (MBI) melaksanakan panen perdana pisang Barangan Jumbo Merah di kebun demplot Taman Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu 27 Agustus 2025.
Dari lahan seluas 5 hektare, sekitar 3 hektare ditanami pisang. Uniknya, panen bisa dilakukan hanya dalam waktu sembilan bulan, lebih cepat tiga bulan dari biasanya.
Direktur Utama MBI, Fachri Yulizar, menjelaskan penanaman dimulai pada 6 November 2024.
Biasanya, panen dilakukan setelah 12 bulan, namun karena tanah subur, hanya dalam sembilan bulan sudah bisa panen perdana.
“Kebutuhan pasar saat ini mencapai 10 ton per hari, sementara produksi kami baru 10 ton per minggu. Masih ada kekurangan 60 ton per minggu sehingga kami perlu memperluas pengembangan,” ujarnya.
Menurutnya dalam pengembangan pisang ini, MBI bermitra dengan sekitar 300 petani di Bogor dan Banten, bahkan melibatkan batalyon TNI.
Ke depan, jumlah mitra ditargetkan mencapai 1.000 petani. Secara total, lahan budidaya sudah mencapai 150 hektare di Jabodetabek dan Banten.
Produk pisang Barangan Jumbo Merah MBI telah dipasarkan ke berbagai daerah, mulai dari pasar induk Serang, Tanah Tinggi Tangerang, Kramat Jati Jakarta, hingga pasar modern di Alam Sutera, Bintaro, dan Pantai Indah Kapuk.
Harga jual ditentukan per grade, mulai Rp120 ribu per kardus untuk grade A hingga Rp105 ribu untuk grade D.
Selain menjual buah segar, MBI juga tengah mengembangkan produk turunan bersama sekolah vokasi IPB.
Pisang Barangan Jumbo Merah rencananya diolah menjadi beragam produk.
“Pisang ini bisa dijadikan minuman energi, produk UMKM, pupuk dari daun, bahkan bonggolnya untuk superfood,” jelas Fachri.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir langsung dalam panen perdana menyebut kegiatan ini sebagai bukti kesuburan lahan di tengah kota.
Dia pun menyampaikan apresiasi atas panen yang dilakukan.
“Biasanya pisang Barangan Jumbo Merah dipanen 12 bulan, tapi di sini sembilan bulan sudah bisa. Artinya, tanah di Kota Bogor sangat subur,” ucapnya.
Mantan Wakil Wali Kota Bogor ini menilai keberadaan MBI sejalan dengan upaya pemerintah pusat mewujudkan kemandirian pangan.
Apalagi metode tumpang sari juga diterapkan, dengan menanam edamame, kacang tanah, jagung, bayam, hingga cabai di sela-sela kebun pisang.
Pemerintah Kota Bogor, lanjut Dedie, akan mendukung penuh upaya pengembangan MBI.
Beberapa permintaan, seperti sertifikasi, akan didalami dan ditindaklanjuti.
“Kami juga akan melibatkan perguruan tinggi pertanian di Bogor untuk memperkuat sinergi,” kata Dedie.
Ia berharap panen pisang Barangan Jumbo Merah di Tanah Sareal tidak berhenti sekali-dua kali. Panen harus dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan.
“Lahan tidur harus dioptimalkan untuk tanaman produktif yang cepat panen, tidak butuh banyak perawatan, namun bermanfaat dan bisa meningkatkan perekonomian Kota Bogor,” pungkasnya. (uma)
Editor : Alpin.