RADAR BOGOR – Puluhan massa aksi mendatangi Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu 28 Agustus 2025. Aksi yang mengusung tajuk “Elit makin gemuk, rakyat makin kurus” itu sempat memanas lantaran massa tidak diizinkan masuk Gedung DPRD Kota Bogor.
Mereka memaksa masuk untuk berdialog langsung dengan anggota DPRD Kota Bogor. Namun, upaya itu dihadang petugas keamanan. Situasi pun ricuh.
Massa dan petugas terlibat dorong-dorongan hingga akhirnya dilerai oleh beberapa anggota DPRD yang datang menemui.
Anggota dewan menyebutkan, sejumlah aspirasi sebenarnya sudah pernah mereka terima dan disampaikan pada kesempatan sebelumnya. Namun, jawaban itu dianggap tidak memuaskan.
Massa menilai tuntutan mereka tak kunjung direspons, sehingga memilih memaksa masuk dan menyampaikan aspirasi secara langsung.
Perwakilan massa, Dezzan Aditya Pratama, menjelaskan ada empat poin utama yang diangkat dalam aksi kali ini.
Pertama, penolakan pasal bermasalah dalam RUU KUHP. Kedua, persoalan serupa dalam RUU Penyiaran. Ketiga, isu regional terkait Rumpin.
“Baru kemarin ada anak kecil yang meninggal di Rumpin. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pemerintah,” kata Dezzan di lokasi.
Keempat, sorotan terhadap kenaikan tunjangan DPR RI yang disebut meningkat secara fantastis.
Dari empat isu tersebut, kata Dezzan, prioritas utama massa adalah soal tunjangan DPR RI.
“Itu yang paling harus diperhatikan, karena kenaikannya fantastis. Sementara rakyat makin terhimpit,” tegasnya.
Aksi ini diikuti sekitar 50–60 orang. Usai terjadi adu mulut dengan petugas keamanan, kondisi kembali memanas. Massa aksi mencoba kembali merobohkan pagar yang berhasil dilakukan.
Situasi membuat mereka berhadapan langsung dengan petugas bersama dengan petugas berseragam lengkap dan tameng. Hingga berita ini ditulis massa aksi masih bertahan.(uma)
Editor : Alpin.