RADAR BOGOR - Suara riang anak-anak SD dan SMP terdengar di halaman sekolah. Bukan hanya karena lomba 17-an, tetapi juga karena menu Makan Bergizi Gratis atau MBG yang kini hadir setiap hari.
Ayuwan Lira, Ketua OSIS SMP Siliwangi Kota Bogor, menyatakan kegembiraannya. Menurutnya, program MBG sangat membantu anak-anak sekolah, terutama di SMP Siliwangi.
Dulu sebelum ada MBG mereka harus membawa bekal dari rumah dan tidak boleh pakai plastik sekali pakai.
Kadang ada teman yang orang tuanya sibuk sehingga tidak sempat membawa makanan. Akibatnya, mereka harus kelaparan.
“Sekarang semua bisa makan bergizi setiap hari. Gratis dan enak,” katanya, Kamis 28 Agustus 2025.
Ayuwan menerima MBG sejak Januari 2025. Dengan beragam menu tiap harinya, menu favoritnya antara lain mie ayam dan buah kelengkeng.
Ia menambahkan, MBG ini membantu siswa tetap sehat dan fokus belajar. Dia pun berharap program ini terus berlangsung.
“Program ini membuat anak-anak lebih sehat karena makanannya bergizi. Semoga terus berlanjut,” ujarnya siswi kelas 9 ini.
Pandangan serupa disampaikan sekolah lain yang turut mengapresiasi program inisiasi Presiden Prabowo Subianto ini.
Seperti dari SD Kedung Jaya 1 Kota Bogor, sekolah yang bahkan pernah dikunjungi langsung Presiden Prabowo untuk melihat pelaksanaan program MBG.
Kepala Sekolah SD Kedung Jaya 1 Kota Bogor, Rudi Hartono, menyebut MBG di sekolahnya diberikan dalam dua tahap, pagi dan siang, menyesuaikan jam pelajaran. Semua siswa telah mendapatkan MBG sejak hari pertama pelaksanaannya.
“Alhamdulillah semuanya menerima, ada 271 siswa. Kita hanya menyiapkan garpu dan sendok serta tempat minum. Untuk alat makan mereka menyediakan sendiri dan kami kembalikan,” sebutnya.
Rudi menambahkan, walau awalnya siswa belum terbiasa dengan rasa makanan, kini mereka mulai menyukai menu MBG karena sudah menyesuaikan lidah. Yang terpenting, siswa sudah tidak lagi membeli jajanan sembarangan.
“Alhamdulillah sekarang siswa sudah mulai menyesuaikan. Tanggapan dari orang tua siswa sangat-sangat bagus,” ujarnya.
Sinergi Digital Memperluas Jangkauan MBG
Di tingkat kebijakan, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan digitalisasi menjadi kunci memperluas jangkauan MBG, khususnya bagi anak-anak sekolah dasar hingga menengah di daerah yang membutuhkan.
“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” tegas Meutya Hafid dalam keterangannya, Rabu 13 Agustus 2025.
Menurut Menkomdigi, MBG tidak hanya soal memberikan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem digital berdampak sosial.
Platform digital membantu pemerintah menjangkau lebih banyak daerah, memastikan anak-anak yang membutuhkan bisa menikmati menu sehat setiap hari.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada platform digital yang telah mengambil peran penting dalam mendukung MBG. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen mereka untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat Indonesia,” tambah Menkomdigi.
Diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat hingga saat ini program MBG telah menjangkau lebih dari 21 juta penerima manfaat melalui 5.103 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Keberhasilan ini menjadi simbol nyata kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang sehat dan cerdas.
Merdeka Gizi di HUT RI ke-80
Di usia ke-80 tahun kemerdekaan Indonesia, MBG menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap generasi muda. Anak-anak seperti Ayuwan merasakan langsung manfaatnya.
Melalui dukungan digital, keterlibatan platform, dan partisipasi sekolah, MBG bukan sekadar memberi makan.
Program ini menjadi investasi bagi generasi emas Indonesia 2045, memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.
Seperti bendera merah putih yang berkibar di setiap upacara HUT RI, harapan itu juga berkibar di hati anak-anak, orang tua, guru, dan seluruh pihak yang terlibat.
Merdeka gizi, kini benar-benar menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan anak-anak Indonesia. (uma)
Editor : Yosep Awaludin