RADAR BOGOR - Dua koridor tambahan Biskita Transpakuan dijadwalkan beroperasi pada tanggal 6 Oktober 2025 mendatang.
Pemkot Bogor telah menyiapkan puluhan armada Biskita Transpakuan untuk mensukseskan rencana tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengatakan dua koridor tambahan Biskita Transpakuan itu yakni, K5 dan K6. Masing-masing koridor difasilitasi jumlah armada berbeda.
“Untuk Koridor 5 (K5) jumlahnya 11 armada. Kemudian Koridor 6 (K6) jumlahnya 10 armada. Insya allah beroprasi 6 Oktober 2025,” beber Sujatmiko pada Radar Bogor.
Untuk tarif Biskita Transpakuan sendiri, Sujatmiko mengatakan masih menggunakan skema lama, yakni Rp4 ribu. Hanya saja rute dari koridor K6 diperpanjang hingga tembus Stasiun Bogor.
“Sesuai dengan informasi yang saya sebutkan kemarin. Koridor K6 itu dari Parung Banteng sampai dengan Stasiun Bogor. Kemudian K5 juga sama, dari Ciparigi tembus-tembus di Stasiun Bogor,” jelas Sujatmiko.
Jalur lintasan dari armada Biskita Transpakuan nantinya akan melintas di jalan-jalan utama. Misalnya koridor K5, mulai berangkat dari Ciparigi, kemudian melintas ke Jalan Raya Pemuda Kabupaten Bogor.
Setelah itu lanjut melintasi Jalan Raya Kedung Halang Talang. Lalu melewati Jambu Dua, menyusuri Jalan Ahmad Yani. Kemudian melintasi Jalan RE Martadinata, Jalan MA Salmun dan finish di Jalan Mayor Oking.
“Pulangnya, dari Stasiun Kereta, terus lewat Jalan Kapten Muslihat, Jalan Juanda, Jalan Sudirman, Jalan Pemuda, Jambu dua, lalu ke Abd Bin Nuh, dan balik lagi sampai ke Ciparigi,” ucapnya.
Sementara untuk jalur lintasan K6, mulai berangkat dari Parung Banten kemudian melintas ke Jambu Dua. Setelah itu lanjut melewati Jalan Ahmad Yani, Jalan RE Martadinata.
Dilanjut dengan melintasi Jalan Merdeka, Jalan MA Salmun, berlanjut hingga Jalan Mayor Oking, dan armada Biskita Transpakuan koridor K6 akan finish di Stasiun Bogor.
“Kemudian rute pulangnya dari Stasiun Kereta lanjut ke Jalan Kapten Muslihat, melintasi Jalan Juanda, berlanjut ke Jalan Sudirman, melewati Jalan Achmad yani, Jambu dua dan terakhir balik lagi ke Parung banteng,” terang Sujatmiko.
Sujatmiko menjelaskan pihaknya saat ini tengah menyiapkan berkas pengadaan. Direntan waktu satu bulan ini semua proses tersebut digaransinya akan terus dikebut hingga awal bulan Oktober mendatang.
Bukan cuma itu, Pemerintah Kota Bogor juga tengah menyiapkan fasilitas kenyamanan para penumpang Biskita Transpakuan. Mereka akan melakukan penataan Pedagang Kaki Lima di sepanjang Jalan Mayor Oking.
“Untuk mendukung kebijakan itu, kami himbau mohon bisa memahami situasi ini. Dan mohon tertib tidak berjualan lagi di sepanjang Jalan Mayor Oking,” jelas Plt Kasatpol PP Kota Bogor Rahmat Hidayat.
Rahmat menuturkan pihaknya akan menyediakan kawasan khusus untuk para PKL berjualan. Upaya ini seperti halnya yang sudah dilakukan di dekat PDAM dan Malabar.
Namun penyediaan kawasan khusus PKL itu masih tahap pembahasan. Rahmat menyebut pihaknya mesti mendata terlebih dahulu total pedagang yang berjualan di Jalan Mayor Oking.
“Setelah itu akan kami susun zonasi jadi mereka bisa berjualan ditempat resmi dan bayar retribusi,” ujar Rahmat pada Radar Bogor, Senin 1 September 2025.
Rahmat mengungkapkan saat ini sudah ada 10 zona PKL resmi. Dan dalam waktu dekat akan bertmbah jumlahnya. Salah satu lokasi yang sudah dibidik, berada di Samping Telkom.
“Yang dekat Telkom itu sedang diajukan. Pokonya nanti saya pastikan disini (Jalan Mayor Oking) tidak ada PKL,” pungkasnya. (rp1)