Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Wali Kota Bogor dan Wamendagri Tinjau Rencana Akses Baru Batutulis, Dorong Dukungan Pemerintah Pusat

Kholikul Ihsan • Selasa, 2 September 2025 | 18:45 WIB

Wamendagri Bima Arya bersama Wali Kota Bogor Dedie Rachim meninjau rencana akses baru Batutulis.
Wamendagri Bima Arya bersama Wali Kota Bogor Dedie Rachim meninjau rencana akses baru Batutulis.

RADAR BOGOR - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama dengan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya, meninjau rencana pembangunan akses baru di wilayah Batutulis, Jalan Saleh Danasasmita, Senin, 1 September 2025.

Jalur khusus roda dua ini diwacanakan menjadi solusi dalam mengurai kemacetan lalu lintas sekaligus mempercepat pembangunan di kawasan Batutulis. 

Peninjauan dilakukan setelah keduanya meninjau sejumlah titik vital di Kota Bogor. Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim menekankan bahwa akses baru Batutulis bukan hanya sebatas proyek jalan, tetapi juga bagian dari upaya penataan kota yang lebih menyeluruh.
 
“Kami melihat jalur ini akan menjadi titik strategis untuk memecah kepadatan lalu lintas di Batutulis. Saat ini masih dalam proses administrasi juga perencanaan teknis,” jelas Dedie dikutip dari laman resmi Pemkot Bogor.
 
Baca Juga: Warga Harap Bersabar, Akses Permanen Jalan Saleh Danasasmita Batutulis Bogor Masih Terkendala Pembiayaan
 
Rencananya pembangunan trase jalan tersebut, membutuhkan lahan diperkirakan mencapai 4.100 meter persegi. Namun, Dedie mengakui ada kendala teknis karena sebagian lahan warga yang terdampak nantinya tidak lagi bisa dimanfaatkan setelah dibelah jalur baru.
 
Kondisi ini yang membuat pemerintah perlu mempertimbangkan pembebasan lahan menyeluruh. Selain itu, biaya pembebasan lahan dan konstruksi dipastikan akan membebani fiskal daerah.
 
Oleh karena itu, Pemkot Bogor mendorong keterlibatan pemerintah pusat untuk memberikan dukungan pendanaan alternatif.
 
“Kami berharap ada dukungan dari pusat, baik melalui skema pembiayaan langsung maupun lewat kementerian terkait. Dengan begitu, pembangunan akses Batutulis bisa lebih cepat dikerjakan,” tambah Dedie.
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Jelaskan Kategori Pekerja Informal yang bakal Dapat Asuransi Ketenagakerjaan dari Pemprov Jabar, Ini Rinciannya
 
Senada dengan Dedie, Wamendagri Bima Arya menilai pembangunan akses Batutulis adalah contoh nyata perlunya sinergi lintas level pemerintahan. Menurutnya, pemerintah kota tidak bisa sendirian menangani proyek strategis ini.
 
“Akses Batutulis harus ditangani lewat kolaborasi bersama, baik kota, provinsi, maupun pusat. Pemda tidak akan cukup jika hanya mengandalkan APBD,” tegas Bima.
 
Lebih jauh, Bima menyoroti nilai strategis kawasan Batutulis, baik dari sisi sejarah maupun dari segi aksesibilitas masyarakat. Bima bahkan menyebut, peluang mendapatkan dukungan anggaran dari kementerian maupun provinsi masih sangat terbuka.
 
Baca Juga: Tahap Pertama 3 Juta Pekerja Informal Mulai dari Tukang Becak hingga Ojol Dapat Asuransi Ketenagakerjaan Program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
 
“Kami melihat bahwa antisipasi telah dilakukan Pemkot dengan membuat jalur sementara. Namun kedepan, akses permanen sangat dibutuhkan warga. Pemerintah pusat siap mendukung percepatan pembangunan,” ujar mantan Wali Kota Bogor itu.
 
Rencana pembukaan jalur Batutulis diharapkan bisa menjadi solusi efektif dalam mengurangi beban lalu lintas di wilayah selatan Kota Bogor. Jika terealisasi, masyarakat tidak hanya akan menikmati kelancaran mobilitas, tetapi juga peningkatan kualitas kawasan yang lebih tertata dan modern.***
 
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Wamendagri #Batutulis