Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Underpass Kebon Pedes Kota Bogor Dibangun, Puluhan Rumah dan Kantor Kecamatan Tanah Sareal Terdampak

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 3 September 2025 | 10:55 WIB

 

Kantor Kecamatan Tanah Sareal diprediksi ikut terdampak pembangunan underpass Kebon Pedes, Kota Bogor
Kantor Kecamatan Tanah Sareal diprediksi ikut terdampak pembangunan underpass Kebon Pedes, Kota Bogor

RADAR BOGOR - Realisasi pembangunan underpass Kebon Pedes akan dilakukan tahun 2026 mendatang. Puluhan rumah warga dan Kantor Kecamatan Tanah Sareal ikut terdampak imbas proyek ini.

Camat Tanah Sareal, Rokib membenarkan informasi tersebut. Pihaknya pun tengah menyiapkan tempat baru untuk dijadikan kantornya nanti. Lokasinya berada di lahan bekas Imigrasi.

“Iya rencananya pindah ke ex Imigrasi di Jalan Pemuda, kan mereka udah pindah cuma untuk fix-nya Pak Wali masih koordinasi dengan pihak imigrasi,” kata Rokib pada Radar Bogor.

Rokib menuturkan dirinya belum mengetahui pasti konsep pembangunan underpass Kebon Pedes sebab ada dua plan yang saat ini masih menjadi perbincangan.

Rencana pertama underpass Kebon Pedes dimulai dari perlintasan kereta, kemudian berkelok ke Jalan Dadali. Sementara yang kedua pembangunan akses jalan tersebut lebih luas sampai tembus ke Jalan Pemuda.

“Nah ini Plan B nya lebih luas ketimbang yang pertama. Konsepnya ini kami pun masih menunggu perencanaan dari PUPR,” ujar Rokib, saat dikonfirmasi, Rabu, 3 September 2025.

Meski begitu, Rokib mengklaim bahwa pihak kelurahan sendiri sudah mulai melakukan koordinasi dengan warga yang rumahnya diprediksi ikut terdampak.

Jika pembangunan underpass Kebon Pedes menggunakan konsep pertama, maka bangunan-bangunan yang berada di sebalah kiri, kantor Kecamatan Tanah Sareal yang terkena dampak.

“Tapi misalnya pakai plan B, maka rumah-rumah yang ada di sebrang kecamatan, atau sebelah kiri SMK Tridharma sampai rek kereta yang akan terdampak,” terangnya.

Agar tidak menimbulkan gejolak, Rokib menuturkan, pihaknya mensosialisasikan kedua konsep tersebut kepada warga. Sudah ada 20 rumah yang didatanginya.

“Dari sebelah kiri kecamatan dan sebrang kecamatan total kurang lebih ada 20 rumah, cuma itu tadi kami masih menunggu, kira-kira betul tidak dengan jumlah rumah segitu,” ucap Rokib.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kota Bogor adalah Juniarti Estiningsih menyebut, pihaknya sendiri belum dapat menentukan total rumah yang terkena dampak imbas pembangunan underpass Kebon Pedes.

“Sebab detail Fisibility Study (FS) dan Detail Enginering Design (DED) nya baru mau di siapkan setelah itu baru lanjut pemetaan pembebasan,” pungkasnya (rp1)

Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #underpass #Kebon pedes