Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Bogor, Mari Ramaikan Pembukaan Pesta Literasi Indonesia 2025 di Bogor

Eli Kustiyawati • Rabu, 3 September 2025 | 11:48 WIB
Deretan tokoh literasi dan musisi yang turut memeriahkan Pesta Literasi Indonesia 2025
Deretan tokoh literasi dan musisi yang turut memeriahkan Pesta Literasi Indonesia 2025

RADAR BOGOR - Kota Bogor, yang dikenal sebagai “Kota Hujan”, dengan pesona alam sejuk, sejarah panjang, serta kekayaan budaya yang kental, selalu menjadi ruang yang hidup bagi ide dan perjumpaan.

Di tengah rindangnya pohon dan kehangatan warganya, tahun ini Bogor menjadi tempat pembukaan Pesta Literasi Indonesia 2025.

Mengusung tema Cerita Khatulistiwa, kita diajak mendengarkan jutaan cerita dan pengalaman yang membentuk wajah Indonesia hari ini.

Bekerja sama dengan Kayuh Literasi, Pesta Literasi Indonesia mengajak warga Bogor dan sekitarnya berpesta bersama. Berikut rangkaian acara seru nan inspiratif yang dapat kamu ikuti.

Gagasan di Balik Gugusan Karya

Gugusan dibalik Gagasan Karya
Gugusan dibalik Gagasan Karya

Hari/Tanggal: Sabtu, 6 September 2025

Pukul: 09.30–12.00 WIB

Tempat: Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor

Narasumber: Ratih Kumala, Barokah Ruziati, Afutami, Adit MKM

Moderator: Gustika Jusuf-Hatta

Tautan Registrasi: bit.ly/PESLITBGR_GagasGugus

Baca Juga: Pedagang Pasar Bogor Masih Diizinkan Berjualan, Jenal Mutaqin Tekankan Jaga Kebersihan hingga Tegaskan Tak Boleh Ada PKL Baru

Seperti gugusan pulau yang membentuk Indonesia, kebudayaan kita tumbuh dari gugusan karya: buku, terjemahan, film, hingga ruang percakapan yang hidup di masyarakat.

Dari serpihan karya itu, lahirlah wajah budaya yang terus bergerak, menyimpan jejak, sekaligus meneruskan suara-suara yang tak pernah diam.

Karya tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari kegelisahan, pertanyaan, dan keberanian untuk menggugat tatanan dengan caranya sendiri.

Di balik buku, film, terjemahan, hingga percakapan di komunitas dan media sosial, ada jejak gagasan yang tumbuh, gagasan untuk merawat ingatan dan pengetahuan bagi generasi mendatang.

Diskusi ini bukan sekadar membahas proses kreatif, melainkan juga tentang bagaimana karya di halaman, layar, maupun ruang daring dapat menjadi gugusan kecil yang bersama-sama membentuk peta imajiner.

Peta itu menuntun kita untuk tidak terjebak dalam kebisuan, melainkan bergerak, merespons, dan merawat dunia.

Adu Eja

Adu Eja
Adu Eja

Hari/Tanggal: Sabtu, 6 September 2025

Pukul: 13.00–14.30 WIB

Tempat: Selasar Soedjana Kassan, Kebun Raya Bogor

Juri: Ivan Lanin, Novera Kresnawati

Tautan Registrasi: bit.ly/PESLITBGR_AduEja

Baca Juga: Organisasi Lintas Iman Tebar Cahaya Kedamaian dari Tugu Kujang Bogor, Ajak Warga Perkuat Persaudaraan

Adu Eja adalah lomba mengeja kata dengan cepat, baik, dan benar bagi anak-anak usia SD.

Selain mengasah ketangkasan berpikir, lomba ini melatih pemahaman makna kosakata bahasa Indonesia.

Adu Eja diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan edukatif bagi anak-anak, sekaligus meningkatkan minat literasi mereka.

Yuk, ajak anakmu untuk mendapatkan pengalaman seru serta hadiah menarik bagi para pemenang!

Walking Tour Kebun Raya Bogor

Walking Tour Kebun Raya Bogor
Walking Tour Kebun Raya Bogor

Hari/Tanggal: Sabtu, 6 September 2025

Pukul: 13.00–14.00 WIB

Titik Kumpul: Selasar Soedjana Kassan, Kebun Raya Bogor

Pemandu: Tim Kebun Raya Bogor

Tautan Registrasi: bit.ly/PESLITBGR_WalkingTour

Jelajahi sudut-sudut inspiratif di Kebun Raya Bogor dalam tur interaktif yang menyatukan cerita, karya, dan semangat komunitas.

Setiap peserta yang mengikuti walking tour akan mendapatkan goodie bag spesial berisi merchandise Pesta Literasi Indonesia. Siap berkeliling bersama?

Music Performance

Music Performance
Music Performance

Hari/Tanggal: Sabtu, 6 September 2025

Pukul: 14.30–16.00 WIB

Tempat: Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor

Rasakan semarak literasi melalui penampilan seni yang menghadirkan warna, suara, dan energi baru.

Selma dan The Overtunes akan membawakan deretan lagu hits yang memukau. Datang dan abadikan momen istimewa ini sambil menikmati magisnya musik yang menginspirasi jiwa.

Profil Pengisi Acara

Ratih Kumala

Novel pertamanya, Tabula Rasa, menang di Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2003.

Sejak saat itu, ia terus berkarya di dunia sastra. Ratih juga seorang penulis skenario untuk film layar lebar, drama seri televisi, platform OTT, maupun media digital lainnya.

Novelnya, Gadis Kretek, telah diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Arab, Thailand, Jerman, Malaysia, Inggris, dan sedang proses terbit di Korea.

Baca Juga: Pomindo Diresmikan di Situ Gede Bogor, Bisa Beli Minyak Goreng Premium Harga Rp 1000

Serial adaptasi Gadis Kretek tayang di Netflix pada 2023, trending di 15 negara, dan meraih 16,8 juta penonton menurut Forbes.

Serial ini mendapat penghargaan Best Miniseries di Seoul International Drama Awards 2024.

Pada tahun yang sama, Ratih meraih Chommanard Women’s Literary Awards 2024 dari Chommanard Book Prize, Thailand.

Barokah Ruziati

Barokah Ruziati akrab disapa Uci telah berkecimpung di dunia penerjemahan buku sejak 2007–2008.

Selama lebih dari satu setengah dekade, ia telah menerjemahkan sekitar 70 judul buku dari beragam genre, mulai dari sastra klasik, fiksi misteri, hingga thriller modern.

Karya-karya terjemahannya mencakup novel legendaris Anggur Kemurkaan (The Grapes of Wrath), kisah misteri klasik Tokyo Zodiac Murder, serta sejumlah buku karya penulis thriller ternama John Connolly.

Kepekaan Uci dalam menangkap nuansa bahasa asli dan membawanya ke dalam bahasa Indonesia membuat setiap karyanya terasa hidup dan memikat pembaca.

Afutami

Andhyta Firselly Utami (Afu) adalah penulis Menjadi: Seni Membangun Kesadaran tentang Diri dan Sekitar.

Buku ini adalah propaganda Afu tentang pentingnya kemampuan berpikir mandiri sebagai suatu perjalanan untuk menumbuhkan pemahaman diri, memecahkan masalah, bersikap terbuka terhadap pemikiran baru, hingga menumbuhkan empati melalui refleksi diri.

Saat ini, Afu juga menjabat sebagai Chief Innovation Officer di Think Policy, lembaga advisory berbasis komunitas yang bertujuan meningkatkan ekosistem kebijakan publik di Indonesia berbasis bukti dan empati.

Adit MKM

Adit MKM adalah seorang komika dan mantan reporter di Comikamedia. Sejak 2023, ia aktif membuat konten seputar literasi dan kini diikuti lebih dari 170 ribu pengikut di Instagram.

Pada 2024, Adit menerbitkan novel perdananya berjudul Masa Depan yang Tidak Boleh Dibicarakan.

Sambil menyelesaikan buku keduanya, ia rutin membuat artikel tentang fenomena sosial di Karya Karsa.

Gustika Jusuf-Hatta

Gustika Jusuf adalah peneliti dan aktivis yang fokus pada isu konflik, hukum internasional, advokasi, dan kawasan Asia Tenggara.

Ia pernah bekerja di organisasi akar rumput, NGO internasional, lembaga antar pemerintah, think tank, dan media alternatif sebagai podcaster. Minat utamanya meliputi reformasi sektor keamanan, HAM, dan demokrasi.

Ivan Lanin

Ivan Lanin adalah lulusan S-2 Teknologi Informasi Universitas Indonesia dan S-1 Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung.

Ia adalah ahli bahasa Indonesia yang mendapat penghargaan Peneroka Bahasa Indonesia Daring dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas kiprahnya menyebarkan pengetahuan bahasa Indonesia melalui media daring.

Ivan pernah menjadi editor penerjemahan bahasa Indonesia di Google, pengurus Himpunan Penerjemah Indonesia, anggota tim penyusun KBBI V, Tesaurus Bahasa Indonesia Tesamoko, tim Pengarah Kongres Bahasa Indonesia XI, serta Dewan Pertimbangan Istilah Badan Bahasa.

Ia juga telah menerbitkan buku Xenoglosofilia: Kenapa Harus Nginggris?, Recehan Bahasa: Baku Tak Mesti Kaku, dan Renjana.

Baca Juga: Dua Koridor Tambahan Biskita Transpakuan Beroperasi 6 Oktober 2025, Puluhan Armada Siap Mengaspal

Novera Kresnawati

Novera Kresnawati (Vera) adalah lulusan Sastra Indonesia Universitas Indonesia.

Hobi membacanya membawanya menjadi editor fiksi di Gramedia Pustaka Utama (GPU).

Bergabung sejak 2000, ia telah mengedit berbagai naskah lokal, baik novel remaja maupun dewasa.

Ibu dari tiga anak yang tinggal di Ciputat, Tangerang Selatan, ini menjalani hari-harinya sebagai editor, sesekali menjadi host, dan kadang menjadi “artis kantoran.”

Seru, kan? Jangan lupa catat tanggalnya. Yuk, kita berkumpul, berbagi pengalaman, dan berpesta bersama. Sampai jumpa!***

Editor : Eli Kustiyawati
#bogor #Kayuh Literasi #2025 #Pesta Literasi Indonesia