RADAR BOGOR - Kota Bogor, yang dikenal sebagai “Kota Hujan”, dengan pesona alam sejuk, sejarah panjang, serta kekayaan budaya yang kental, selalu menjadi ruang yang hidup bagi ide dan perjumpaan.
Di tengah rindangnya pohon dan kehangatan warganya, tahun ini Bogor menjadi tempat pembukaan Pesta Literasi Indonesia 2025.
Mengusung tema Cerita Khatulistiwa, kita diajak mendengarkan jutaan cerita dan pengalaman yang membentuk wajah Indonesia hari ini.
Bekerja sama dengan Kayuh Literasi, Pesta Literasi Indonesia mengajak warga Bogor dan sekitarnya berpesta bersama. Berikut rangkaian acara seru nan inspiratif yang dapat kamu ikuti.
Gagasan di Balik Gugusan Karya
Hari/Tanggal: Sabtu, 6 September 2025
Pukul: 09.30–12.00 WIB
Tempat: Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor
Narasumber: Ratih Kumala, Barokah Ruziati, Afutami, Adit MKM
Moderator: Gustika Jusuf-Hatta
Tautan Registrasi: bit.ly/PESLITBGR_GagasGugus
Seperti gugusan pulau yang membentuk Indonesia, kebudayaan kita tumbuh dari gugusan karya: buku, terjemahan, film, hingga ruang percakapan yang hidup di masyarakat.
Dari serpihan karya itu, lahirlah wajah budaya yang terus bergerak, menyimpan jejak, sekaligus meneruskan suara-suara yang tak pernah diam.
Karya tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari kegelisahan, pertanyaan, dan keberanian untuk menggugat tatanan dengan caranya sendiri.
Di balik buku, film, terjemahan, hingga percakapan di komunitas dan media sosial, ada jejak gagasan yang tumbuh, gagasan untuk merawat ingatan dan pengetahuan bagi generasi mendatang.
Diskusi ini bukan sekadar membahas proses kreatif, melainkan juga tentang bagaimana karya di halaman, layar, maupun ruang daring dapat menjadi gugusan kecil yang bersama-sama membentuk peta imajiner.
Peta itu menuntun kita untuk tidak terjebak dalam kebisuan, melainkan bergerak, merespons, dan merawat dunia.
Adu Eja
Hari/Tanggal: Sabtu, 6 September 2025
Pukul: 13.00–14.30 WIB
Tempat: Selasar Soedjana Kassan, Kebun Raya Bogor
Juri: Ivan Lanin, Novera Kresnawati
Tautan Registrasi: bit.ly/PESLITBGR_AduEja
Adu Eja adalah lomba mengeja kata dengan cepat, baik, dan benar bagi anak-anak usia SD.
Selain mengasah ketangkasan berpikir, lomba ini melatih pemahaman makna kosakata bahasa Indonesia.
Adu Eja diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan edukatif bagi anak-anak, sekaligus meningkatkan minat literasi mereka.
Yuk, ajak anakmu untuk mendapatkan pengalaman seru serta hadiah menarik bagi para pemenang!
Walking Tour Kebun Raya Bogor
Hari/Tanggal: Sabtu, 6 September 2025
Pukul: 13.00–14.00 WIB
Titik Kumpul: Selasar Soedjana Kassan, Kebun Raya Bogor
Pemandu: Tim Kebun Raya Bogor
Tautan Registrasi: bit.ly/PESLITBGR_WalkingTour
Jelajahi sudut-sudut inspiratif di Kebun Raya Bogor dalam tur interaktif yang menyatukan cerita, karya, dan semangat komunitas.
Setiap peserta yang mengikuti walking tour akan mendapatkan goodie bag spesial berisi merchandise Pesta Literasi Indonesia. Siap berkeliling bersama?
Music Performance
Hari/Tanggal: Sabtu, 6 September 2025
Pukul: 14.30–16.00 WIB
Tempat: Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor
Rasakan semarak literasi melalui penampilan seni yang menghadirkan warna, suara, dan energi baru.
Selma dan The Overtunes akan membawakan deretan lagu hits yang memukau. Datang dan abadikan momen istimewa ini sambil menikmati magisnya musik yang menginspirasi jiwa.
Profil Pengisi Acara
Ratih Kumala
Novel pertamanya, Tabula Rasa, menang di Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2003.
Sejak saat itu, ia terus berkarya di dunia sastra. Ratih juga seorang penulis skenario untuk film layar lebar, drama seri televisi, platform OTT, maupun media digital lainnya.
Novelnya, Gadis Kretek, telah diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Arab, Thailand, Jerman, Malaysia, Inggris, dan sedang proses terbit di Korea.
Baca Juga: Pomindo Diresmikan di Situ Gede Bogor, Bisa Beli Minyak Goreng Premium Harga Rp 1000
Serial adaptasi Gadis Kretek tayang di Netflix pada 2023, trending di 15 negara, dan meraih 16,8 juta penonton menurut Forbes.
Serial ini mendapat penghargaan Best Miniseries di Seoul International Drama Awards 2024.
Pada tahun yang sama, Ratih meraih Chommanard Women’s Literary Awards 2024 dari Chommanard Book Prize, Thailand.
Barokah Ruziati
Barokah Ruziati akrab disapa Uci telah berkecimpung di dunia penerjemahan buku sejak 2007–2008.
Selama lebih dari satu setengah dekade, ia telah menerjemahkan sekitar 70 judul buku dari beragam genre, mulai dari sastra klasik, fiksi misteri, hingga thriller modern.
Karya-karya terjemahannya mencakup novel legendaris Anggur Kemurkaan (The Grapes of Wrath), kisah misteri klasik Tokyo Zodiac Murder, serta sejumlah buku karya penulis thriller ternama John Connolly.
Kepekaan Uci dalam menangkap nuansa bahasa asli dan membawanya ke dalam bahasa Indonesia membuat setiap karyanya terasa hidup dan memikat pembaca.
Afutami
Andhyta Firselly Utami (Afu) adalah penulis Menjadi: Seni Membangun Kesadaran tentang Diri dan Sekitar.
Buku ini adalah propaganda Afu tentang pentingnya kemampuan berpikir mandiri sebagai suatu perjalanan untuk menumbuhkan pemahaman diri, memecahkan masalah, bersikap terbuka terhadap pemikiran baru, hingga menumbuhkan empati melalui refleksi diri.
Saat ini, Afu juga menjabat sebagai Chief Innovation Officer di Think Policy, lembaga advisory berbasis komunitas yang bertujuan meningkatkan ekosistem kebijakan publik di Indonesia berbasis bukti dan empati.
Adit MKM
Adit MKM adalah seorang komika dan mantan reporter di Comikamedia. Sejak 2023, ia aktif membuat konten seputar literasi dan kini diikuti lebih dari 170 ribu pengikut di Instagram.
Pada 2024, Adit menerbitkan novel perdananya berjudul Masa Depan yang Tidak Boleh Dibicarakan.
Sambil menyelesaikan buku keduanya, ia rutin membuat artikel tentang fenomena sosial di Karya Karsa.
Gustika Jusuf-Hatta
Gustika Jusuf adalah peneliti dan aktivis yang fokus pada isu konflik, hukum internasional, advokasi, dan kawasan Asia Tenggara.
Ia pernah bekerja di organisasi akar rumput, NGO internasional, lembaga antar pemerintah, think tank, dan media alternatif sebagai podcaster. Minat utamanya meliputi reformasi sektor keamanan, HAM, dan demokrasi.
Ivan Lanin
Ivan Lanin adalah lulusan S-2 Teknologi Informasi Universitas Indonesia dan S-1 Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung.
Ia adalah ahli bahasa Indonesia yang mendapat penghargaan Peneroka Bahasa Indonesia Daring dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas kiprahnya menyebarkan pengetahuan bahasa Indonesia melalui media daring.
Ivan pernah menjadi editor penerjemahan bahasa Indonesia di Google, pengurus Himpunan Penerjemah Indonesia, anggota tim penyusun KBBI V, Tesaurus Bahasa Indonesia Tesamoko, tim Pengarah Kongres Bahasa Indonesia XI, serta Dewan Pertimbangan Istilah Badan Bahasa.
Ia juga telah menerbitkan buku Xenoglosofilia: Kenapa Harus Nginggris?, Recehan Bahasa: Baku Tak Mesti Kaku, dan Renjana.
Baca Juga: Dua Koridor Tambahan Biskita Transpakuan Beroperasi 6 Oktober 2025, Puluhan Armada Siap Mengaspal
Novera Kresnawati
Novera Kresnawati (Vera) adalah lulusan Sastra Indonesia Universitas Indonesia.
Hobi membacanya membawanya menjadi editor fiksi di Gramedia Pustaka Utama (GPU).
Bergabung sejak 2000, ia telah mengedit berbagai naskah lokal, baik novel remaja maupun dewasa.
Ibu dari tiga anak yang tinggal di Ciputat, Tangerang Selatan, ini menjalani hari-harinya sebagai editor, sesekali menjadi host, dan kadang menjadi “artis kantoran.”
Seru, kan? Jangan lupa catat tanggalnya. Yuk, kita berkumpul, berbagi pengalaman, dan berpesta bersama. Sampai jumpa!***
Editor : Eli Kustiyawati