RADAR BOGOR - Letak geografis Gerbang Tol Ciawi 2 dinilai tidak ideal. Kondisi ini disebut-sebut menjadi pemicu maraknya kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.
Sepanjang 2025 sudah tiga kali kecelakaan terjadi. Belum lama Kamis 4 September 2025, Gerbang Tol Ciawi 2 kembali menelan korban. Truk tronton bermuatan kaporit menabrak beton pembatas.
Akibatnya seorang petugas Jasa Marga di Gerbang Tol Ciawi 2 mengalami luka-luka hingga dilarikan ke rumah sakit. Bahkan sang sopir pun dikabarkan mengalami pendarahan dibagian kepalanya.
Menyikapi persoalan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengusulkan agar Gerbang Tol Ciawi 2 dipindahkan. Sebab lokasinya berada pada pada alignment horizontal menurun.
“Jalan tol tersebut berada pada wilayah lereng puncak menurun. Sebaiknya, memindahkan titik gerbang tol di jalan yang datar setelah tidak ada pengaruh percepatan gravitasi,” ujar Sujatmiko pada Radar Bogor.
Sujatmiko menyebut, jalan yang menurun menciptakan lajur kendaraan lebih cepat. Percepatan terjadi bukan karena mesin, tetapi akibat pengaruh gaya grafitasi.
Apalagi jika yang melintas kendaraan-kendaran dengan bobot berat. Sujatmiko menjelaskan kondisi itu menciptakan energi potensial pada kendaraan. Dampaknya kecepatan kendaraan akan meningkat.
“Karena yang memutar roda bukan lagi mesin melainkan energi potensial tadi. Pengemudi sering tidak mampu mengendalikan dan pengereman yang ada tidak cukup,” jelas Sujatmiko.
Oleh karenanya, Sujatmiko menyarankan kepada pengelola tol untuk dapat menambah plang peringatan.
Tujuannya agar para pengendara dapat mengurangi kecepatan dari jarak jauh sebelum tiba di Gerbang Tol Ciawi 2.
Kemudian ada plang juga yang bertuliskan penurunan transmisi rendah. Sebab pada kondisi menurun, fungsi mesin akan berbalik. Dan itu bisa menahan roda kendaraan.
“Kalau misal di jalan datar kan fungsinya mendorong. Tapi kalau jalan menurun itu dapat menahan putaran roda," katanya.
"Tentunya untuk semua hal tersebut perlu didukung dengan fasilitas perambuan dan papan informasi,” pungkasnya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin