Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kompak Kenakan Baju Warna Hitam, BEM Se Bogor Lakukan Aksi Simbolik di Tugu Kujang

Muhammad Rifki Fauzan • Jumat, 5 September 2025 | 19:25 WIB
Sejumlah aktivis Mahasiswa aksi di pelataran Tugu Kujang, Kota Bogor, Jumat 5 September 2025.
Sejumlah aktivis Mahasiswa aksi di pelataran Tugu Kujang, Kota Bogor, Jumat 5 September 2025.

RADAR BOGOR - BEM se Bogor melakukan aksi simbolik di Tugu Kujang, Kota Bogor, Jumat 5 September 2025.

Langkah itu disebut bagian dari kepedulian BEM Bogor terhadap korban yang meninggal saat melakukan aksi demonstrasi.

Massa aksi BEM Bogor yang tergabung dari 11 kampus itu kompak mengenakan baju berwarna hitam.

Mereka menyebut hal itu merupakan simbol atas matinya demokrasi yang ada di Indonesia.

Meski hujan terus mengguyur sejak sore, namun semangat mereka tidak pernah padam.

Lagu-lagu seperti Gugur Bunga terus dilantunkan. Suasana terasa begitu haru di jantung Kota Bogor itu.

Koordinator BEM se Bogor Indra Mahfudzi menjelaskan, aksi simbolik ini digelar sebagai pengingat bahwa perjuangan mahasiswa tidak boleh berhenti.

Momentum duka ini harus menjadi cambuk untuk semakin kritis terhadap kondisi bangsa.

Ia menegaskan, mahasiswa punya tanggung jawab moral untuk tetap berdiri di garis depan.

Bukan hanya soal perlawanan, tetapi juga menjaga marwah demokrasi yang semakin hari terasa kian rapuh.

“Kami tidak bisa diam ketika ada nyawa yang hilang dalam perjuangan. Itu sebabnya, aksi ini menjadi cara kami merawat ingatan dan menyalakan semangat perlawanan,” ujar Indra kepada Radar Bogor.

Lebih lanjut, Indra menuturkan bahwa pemuda memiliki peran vital sebagai penggerak perubahan.

Dalam sejarah, mahasiswa selalu menjadi bagian dari setiap fase penting bangsa ini.

Ia menilai, suara mahasiswa tidak boleh dibungkam hanya karena berbeda pandangan.

Sebaliknya, perbedaan itu harus menjadi energi untuk memperbaiki arah kebijakan negara.

“Kalau demokrasi dibungkam, sama saja kita kembali ke zaman kegelapan. Dan mahasiswa tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi,” tegasnya.

Indra menambahkan, solidaritas dari berbagai kampus di Bogor menunjukkan bahwa keresahan ini dirasakan bersama.

Dia menyebut, perbedaan latar belakang tidak menghalangi tekad untuk bersatu.

Menurutnya, kekuatan mahasiswa terletak pada kebersamaan. Selama ada komitmen untuk memperjuangkan keadilan, gerakan ini tidak akan pernah padam.

“Seluruh kampus yang hadir hari ini adalah bukti nyata. Kami mungkin berbeda baju almamater, tetapi suara kami sama: menolak matinya demokrasi,” pungkasnya.(rp1)

Editor : Alpin.
#kota bogor #tugu kujang #BEM Bogor