RADAR BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memaparkan rencana pengembangan Bumi Ageung Batutulis.
Upaya ini disampaikan Dedie dalam forum Culture, Heritage, Art, Narratives, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di Denpasar, Bali, Kamis, 4 September 2025 lalu.
Dedie Rachim menyebut bahwa kawasan tersebut nantinya dikembangkan menjadi tujuan wisata pendidikan.
Bumi Ageung juga akan terintegrasi dengan Prasasti Batutulis yang berada tak jauh dari lokasinya.
“Kita ingin Bumi Ageung Batutulis bisa menjadi objek wisata yang representatif dan memberi pengalaman belajar langsung terkait sejarah Bogor,” ujar Dedie Rachim.
Dengan agenda tersebut, Bogor membawa harapan baru, Bumi Ageung Batutulis bukan hanya ruang konservasi, tetapi juga destinasi budaya yang siap menghidupkan kembali jejak sejarah bagi generasi mendatang.
Dalam forum itu, para kepala daerah dan Kepala Balai Pelestarian Wilayah se-Indonesia diberi kesempatan memaparkan progres perlindungan cagar budaya dan pengelolaan museum daerah.
Wali Kota Bogor pun menekankan bahwa Kota Bogor siap berkontribusi dengan penguatan situs Batutulis yang selama ini menjadi ikon sejarah kota hujan.
Pada kesempatan tersebut Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan forum CHANDI menjadi momentum memperkuat visi kebudayaan nasional.
Fadli mengingatkan kembali misi Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan kebudayaan sebagai pilar diplomasi dan perdamaian dunia.
“Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tapi juga modal untuk membangun masa depan yang damai dan sejahtera,” kata Fadli.
Sejalan dengan itu, pertemuan tingkat menteri di Bali juga melahirkan “Bali Cultural Initiative Declaration” yang disepakati 35 negara dan deklarasi ini memuat komitmen internasional untuk menjaga keberagaman budaya, melindungi warisan luhur, sekaligus menguatkan diplomasi budaya untuk pembangunan global yang inklusif.(uma)
Editor : Eka Rahmawati