Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pengembangan Terminal Bubulak dengan Konsep TOD Kembali Bergulir, Pengerjaan Ditargetkan 2028

Muhammad Rifki Fauzan • Jumat, 12 September 2025 | 14:35 WIB
Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi usai dimintai keterangan.
Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi usai dimintai keterangan.

RADAR BOGOR - Rencana pengembangan Terminal Bubulak, Kota Bogor, menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD) kembali bergulir.

Pengerjaan proyek pengembangan Terminal Bubulak ini ditargetkan dimulai pada tahun 2028 mendatang.

Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan pembangunan kawasan TOD Terminal Bubulak menjadi langkah taktisnya untuk mengembangkan wilayah Bogor Barat.

Banyak sektor yang bisa dikembangkan di area pengembangan Terminal Bubulak.

“Mulai dari tranportasi, perdagangan. Ini bisa dijadikan sebagai area komersil. Apalagi kita juga ada keterkaitannua dengan kampus IPB University,” jelas Rudy pada Radar Bogor.

Saat ini Rudy mengatakan pihaknya masih berfokus pada revitalisasi Terminal Bubulak.

Pada tahun 2026 yang medatang kawasan tersebut bakan dibangun gedung perkantorannya.

Ditahun berikutnya yakni pada 2027 Rudy menyebuy pihaknya akan mulai menjajaki pihak swasta untuk menjalin kerja sama.

Termasuk pengkajian Fisibility Study (FS) dan Detail Engenering Design (DED).

“Rencananya tahun 2026 sampai 2027 pengkajian dan mudah mudahan sesuai. Jadi ya paling memungkinkan di tahun 2027 atau 2028 lah kita mulai (Pembangunan kawasan TOD),” beber Rudy saat dikonfirmasi lebih lanjut.

Dengan pengembangan kawasan TOD, Terminal Bubulak nantinya akan menjadi HUB, atau area penghubung.

Di dalamnya bakalan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, guna menunjang kepentingan masyarakat.

“Kalau pa Wali si kepinginnya ada Mal kaya Botani tapi versi 2 nya lah. Kemudian ada pusat UMKM atau belanja oleh-oleh, ada hotelnya juga, termasuk terminal bus terpadu,” papar Rudy, Jumat 12 September 2025 siang.

Namun Rudy enggan berkomentar banyak terkait kisaran anggaran dari rencana tersebut.

Dia hanya memastikan ini memerlukan uang yang tidak sedikit. Oleh karenanya keterlibatan pihak swasta menjadi penting.

“Karena kalau anggarannya kan kita harus melihat dulu dari DED atau FS nya. Setelah itu baru kita bisa menghitung jumlah anggaran yang dibutuhkan. Termasuk pembagian wilayah di masing-masing sektor tadi,” pungkasnya.(rp1)

Editor : Alpin.
#kota bogor #terminal bubulak