Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jadi Potensi Kota Bogor, Belasan Benda Peninggalan Sejarah Ditemukan di Lembur Sawah Mulyaharja

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 16 September 2025 | 08:55 WIB
Tim peneliti tengah mendokumentasikan salah satu tinggalan batu kuno di kawasan Lembur Sawah, Mulyaharja, Kota Bogor.
Tim peneliti tengah mendokumentasikan salah satu tinggalan batu kuno di kawasan Lembur Sawah, Mulyaharja, Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Penelitian di kawasan Lembur Sawah, Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, kembali menemukan 15 titik tinggalan sejarah.

Temuan ini memperkuat potensi kawasan Lembur Sawah Mulyaharja tersebut sebagai situs warisan budaya penting.

Ketua Tim Riset dan Penelitian Lembur Sawah Mulyaharja, Muhamad Alnoza, menyebut penelitian yang dilakukan selama seminggu di bulan Agustus ini mengungkap banyak hal.

Tim melibatkan Bujangga Manik Society, Bogor Historia, Niskala Institut Bandung, Halimun Salaka, serta Tim Ahli Cagar Budaya Kota Bogor.

“Kami melakukan survei arkeologi, wawancara, dan penelusuran arsip kolonial. Temuannya lumayan, ada 15 tinggalan di Lembur Sawah,” kata Alnoza beberapa waktu lalu.

Temuan terbanyak berada di sektor barat yang dikenal sebagai kawasan jami. Bentuknya beragam, mulai dari struktur batu, menhir, batu datar, hingga pecahan keramik. Pola batas dan jalan kuno mulai terlihat, menunjukkan keterkaitan antarobjek.

Sektor timur yang dekat ke permukiman lebih menjadi pusat kegiatan ritual masyarakat seperti muludan dan tawasulan.

Menurut Alnoza, tanah di sektor barat berstatus milik Pemerintah Kota Bogor namun tetap dimanfaatkan warga untuk perkebunan. "Sebagian objek sudah diberi penanda sebagai diduga cagar budaya," jelasnya.

Selain Lembur Sawah, tim peneliti juga menelusuri lokasi sekitar seperti Lemah Duhur, Cibereum, Nyalindung, dan Kota Batu.

Penelusuran ini membantu memahami pola pemukiman, penggunaan sumber air, dan keterkaitan antarwilayah sejak masa lampau.

Eko Hadi dari Komunitas Historia Bogor mengatakan masyarakat terlibat aktif dalam penelitian. Hal ini sangat membantu tim, mulai dari memberikan informasi hingga menjaga situs.

“Mereka antusias, bahkan membantu merapikan rumput dan menjaga situs dengan menaruh anjing penjaga,” ujarnya.

Penemuan ini pun membuka peluang menjadikan Lembur Sawah sebagai destinasi penelitian dan wisata edukasi.

Warga setempat terbuka menerima peneliti dan pengunjung, sehingga lokasi ini berpotensi menjadi alternatif wisata sejarah selain pusat kota atau Batu Tulis.

Namun, akses menuju lokasi masih sulit untuk kendaraan besar dan penerangan jalan minim.

Eko berharap pemerintah mendukung upaya pelestarian dan memperbaiki akses jalan agar kawasan ini bisa menjadi pusat studi sejarah dan budaya. (uma)

 

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #mulyaharja #Lembur Sawah