RADAR BOGOR - Fenomea Angkot ngetem masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Bogor. Seperti angkot ngetem nampak terjadi di depan pintu baru, masuk Stasiun Bogor.
Para penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) kerap mengeluh atas kondisi tersebut. Mereka mengaku angkot ngetem membuat mobilitasnya terganggu.
Kendaraan beroda empat itu berhenti dan menutupi sebagian tubuh zebra cross.
Padahal fasilitas tersebut sengaja dibuat untuk memudahkan penumpang berlalu-lalang.
Tidak berhenti sampai disitu, trotoar yang berada di depan pintu baru, Stasiun Bogor juga dikeremuni Pedagang Kaki Lima (PKL).
Mereka begitu percaya diri untuk menjajakan barang dagangannya.
“Jujur aja terganngu. Karena trotoarnya jadi sempit. Belum lagi ada angkot yang suka ngetem di depan pintu. Jadi kadang saya justru nyebrang tidak menggunakan zebra cross,” kata Ardi penumpang KRL.
Ardi menuturkan hampir setiap hari dirinya menggunakan jasa KRL menuju Jakarta.
Sebab lokasi tempat dia bekerja ada di ibu kota. Warga Cibuluh itu mengaku sempat terbantu dengan dibukanya akses baru masuk Stasiun Bogor.
“Karena jadi ga harus muter kan ke ujung Jalan Mayor Oking buat masuk. Tapi tau-taunya dua hari setelah dibuka, malah banyak angkot ngetem di depan pintunya, belum lagi PKL,” kata Ardi saat dijumpai Radar Bogor, Kamis 18 September 2025.
Pria berusia 33 tahun itu berharap, ada tindakan tegas yang dilakukan atas angkot yang kerap berhenti sembarangan di Jalan Mayor Oking. Baginya kondisi itu tidak bisa terus dibiarkan berlarut-larut.
Mendengar keluhan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto pun buka suara. Dia pun mengaku bahwa akses baru masuk Stasiun Bogor itu kerap ditongkrongi oleh angkot.
Namun Sujatmiko menjelaskan, salah satu alasan maraknya angkot ngetem di lokasi tersebut, lantaran kondisi Jalan Mayor Oking masih banyak PKL. Sehingga lokasi pemberhentian mereka jadi terganggu.
“Mereka kebingungan mau narik penumpang dari mana. Karena titiknya dipenuhi PKL. Jadi kalau misal mereka (PKL) sudah dipindah, angkot yang ngetem itu boleh, tapi di belakang zebra cross,” ujarnya.
Sujatmiko mengklaim para petugasnya juga saat ini rutin stand by di lokasi tersebut untuk mengurai kemacetan. Keterbatasan jumlah personel membuat angkot masih berani untuk berhenti sembarangan.
“Jadi sabar dulu lah. Insya allah kalau PKL nya sudah ditertibkan mereka tidak lagi berhenti di depan pintu masuk yang baru itu. Pelan-pelan. Nanti kami arahkan mereka berhentinya di belakang zebra cross,” pungkasnya.(rp1)
Editor : Alpin.