RADAR BOGOR - Kran air siap minum yang berada di Jalur Pedestrian Sistem Satu Arah (SSA) rusak dan tidak berfungsi. Fasilitas tersebut baru saja dipasang pada 2019 lalu.
Keberadaan kran air siap minum itu dipandang penting. Sebab Jalur Pedestrian SSA sendiri menjadi lokasi favorit warga Kota Bogor untuk berolahraga.
Semula fasilitas tersebut dipasang untuk menekan penggunaan botol plastik. Warga pun sempat sumringah dengan keberadaan kran air siap minum tersebut.
Namun kini, raut sumringah itu berubah menjadi keluhan. Para warga pun mempertanyakan terkait skema perawatan atas fasilitas kran air siap minum tersebut.
“Sebetulnya wajar kalau ada kerusakan fasilitas, apalagi udah lama begini yah. Tapi menurut saya kalau perawatannya betul, rutin dikontrol ini tidak akan rusak begini,” kata Arif warga Kelurahan Tegallega.
Pria beruia 30 tahun itu berharap, ada langkah taktis yang dilakukan oleh para pemangku kebijakan. Arif meminta agar kran air siap minum itu bisa diperbaiki dan difungsikan kembali.
Bagi Arif keberadaan kran air siap minum membuatnya menjadi irit. Sebab dirinya tidak lagi mesti beli minuman kemasan untuk melepas dahaga pasca berolahraga di Jalur Pedestrian SSA.
“Kalau saya sih biasanya olahraga rutin memang setiap hari Jumat. Soalnya kalau Sabtu atau Minggu saya ada kegiatan. Nah dulu saya cuma bawa tumbler, kalau habis saya isi pakai air ini,” ujarnya.
Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor tidak menampik terkait kerusakan fasilitas tersebut. Mereka berjanji bakal mencari solusi atas rusaknya kran air siap minum itu.
“Untuk keran air minum itu akan kami komunikasikan kembali dengan PDAM karena penyediaannya dari PDAM. Apakah di cek jaringan nya atau keran-kerannya seperti itu,” kata Sekretaris Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan.
Erwin menyebut bahwa sebelumnya ada kran air siap minum itu dipasang di lima titik. Tujuan awalnya untuk memberikan fasilitas pendukung bagi warga yang gemar berolahraga.
“Ada 5 titik kalau tidak salah. Kalau para runner pengennya ada water station. Kebijakannya seperti apa nanti kami komunikasikan dulu yah dengan penyedia,” pungkasnya. (rp1)