RADAR BOGOR - Memasuki musim hujan, penyebaran penyakit Demam Berdarag Dengue (DBD) berpotensi meningkat.
Warga Kota Bogor diimbau waspada dan rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus.
Gerakan ini mencakup menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang yang bisa menampung air hujan.
Langkah ini diyakini cara paling efektif memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyebut partisipasi warga menjadi kunci menekan angka kasus.
Gerakan 3M Plus disebut harus menjadi kebiasaan, bukan hanya saat ada kasus DBD di sekitar rumah.
“Kami mengajak warga melakukan 3M Plus secara rutin agar penyebaran DBD bisa dicegah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno.
Selain tiga langkah utama, masyarakat juga dianjurkan melakukan upaya tambahan.
Misalnya memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk, hingga menggunakan kelambu saat tidur.
Warga juga diingatkan agar tidak menggantung pakaian bekas pakai karena bisa menjadi tempat persembunyian nyamuk.
Pemasangan kawat kasa di ventilasi rumah dan larvasidasi rutin juga menjadi bagian penting gerakan ini.
“Jika PSN dilakukan bersama-sama, risiko KLB bisa ditekan,” ternga Retno dala keterangan tertulisnya, Jumat 19 September 2025 sore.
Sepanjang 1 Januari hingga pertengah Agustus 2025, tercatat 408 kasus DBD di Kota Bogor.
Jumlah ini jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2.817 kasus.
Meski angka kasus menurun, potensi lonjakan tetap diwaspadai saat curah hujan meningkat.
Dinkes pun terus melakukan pemantauan melalui puskesmas dan rumah sakit.
“Peran masyarakat sangat penting. PSN harus jadi kebiasaan agar lingkungan bebas jentik,” tambah Retno.
Selain edukasi warga, Dinkes mempercepat diagnosis dengan RDT Combo DBD dan NS-1.
Fogging fokus hanya dilakukan di lokasi hasil penyelidikan epidemiologi positif untuk memutus penularan.
“Fokus utama kami adalah memberantas jentik dan mencegah nyamuk berkembang biak,” pungkasnya.(rp1)
Editor : Alpin.