RADAR BOGOR - Kerusakan yang terjadi pada kran air siap minum di Jalur Pedestrian Sistem Satu Arah (SSA) mendapat sorotan.
DPRD Kota Bogor meminta Pemkot untuk segera melakukan pengecakan dan perbaikan kran air siap minum tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono menilai kran air siap minum bukan hanya sekedar fasilitas pelengkap.
Tetapi ini menjadi upaya untuk menciptakan ruang terbuka hijau yang nyaman.
“Saya akan mendorong agar dinas terkait segera melakukan pengecekan, apakah masalahnya teknis (misalnya kerusakan pompa atau instalasi) atau ada kendala dalam operasional dan perawatan,” jelasnya.
Pemerintah bukan hanya berkewajiban untuk menyediakan fasilitas umum.
Tetapi menjaga dan melakukan perawatan secara berkala juga menjadi tugas yang tidak boleh disepelekan.
“Sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” tegas Legislator Partai Golkar itu, Sabtu 20 September 2025 pagi.
Heri berharap kerusakan kran air siap minum dapat menjadi perhatian.
Pemkot Bogor dimintanya untuk segera mencarikan solusi, agar masyarakat kembali memberikan trust yang baik kepada kinerja mereka.
“Harapan saya, fasilitas sederhana seperti air minum gratis tetap tersedia dan masyarakat merasa terlayani dengan baik saat beraktivitas di ruang publik Kota Bogor,” pungkasnya.
Kran air siap minum sendiri baru saja dipasang pada tahun 2019 silam.
Keberadaan fasilitas tersebut dipandang penting karena pedeatrian SSA sendiri menjadi lokasi favorit warga untuk berolahraga.
Semula fasilitas tersebut dipasang untuk menekan penggunaan botol plastik. Warga pun sempat sumringah dengan keberadaan kran air siap minum tersebut.
Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor tidak menampik terkait kerusakan fasilitas tersebut.
Mereka berjanji bakal mencari solusi atas rusaknya kran air siap minum itu.
“Untuk keran air minum itu akan kami komunikasikan kembali dengan PDAM karena penyediaan nya dari PDAM ya. Apakah di cek jaringan nya atau keran-kerannya seperti itu,” kata Sekretaris Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan.(rp1)
Editor : Alpin.