Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

SCM Milik Kota Bogor Sebagai Langkah Inovatif Atasi Kemiskinan Ekstrem Melalui Kolaborasi Masyarakat Dipamerkan di Jakarta

Kholikul Ihsan • Minggu, 21 September 2025 | 16:45 WIB
Rapat koordinasi replikasi program yang digelar di Hotel Movenpick, Jakarta Pusat, pada Jumat lalu, 19 September 2025.
Rapat koordinasi replikasi program yang digelar di Hotel Movenpick, Jakarta Pusat, pada Jumat lalu, 19 September 2025.

RADAR BOGOR - Di tengah upaya nasional memerangi kemiskinan ekstrem, Kota Bogor muncul sebagai teladan sukses dengan program Sentra Cipta Mandiri (SCM).

Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi baru-baru ini berbagi pengalaman mengenai SCM untuk memerangi kemiskinan ekstrem tersebut, dalam rapat koordinasi replikasi program yang digelar di Hotel Movenpick, Jakarta Pusat, pada Jumat lalu, 19 September 2025.

Acara ini menjadi ajang inspirasi bagi daerah lain, untuk menerapkan model serupa dengan SM milik Kota Bogor, guna menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera dengan menekan angka kemiskinan ekstrem.

Sebagai lokasi uji coba pertama, SCM di Kota Bogor resmi dibuka pada 5 Mei 2025 di kawasan Sukamulya, Bogor Timur.

Program ini langsung mendapat dukungan dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Denny Mulyadi menekankan bagaimana inisiatif ini telah menyatukan berbagai instansi pemerintah, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Ketahanan Pangan serta Pertanian, bersama komunitas lokal.

"Sejak peluncuran, kami telah menyelenggarakan beragam kegiatan seperti workshop keterampilan, layanan kesehatan tanpa biaya, bazar harga terjangkau, serta bimbingan bisnis bagi warga," ungkap Denny.

Meskipun menjanjikan, Denny tak menutup mata terhadap tantangan yang ada. Ia menyebut perlunya penyempurnaan aturan dan target program agar lebih efektif.

"Kami masih perlu menyusun kerangka yang lebih tajam untuk struktur dan sasaran, agar SCM bisa berjalan maksimal," tambahnya.

Namun, komitmen Pemerintah Kota Bogor tetap kuat. Denny menegaskan bahwa SCM akan terus dikembangkan sebagai alat utama untuk mengatasi kemiskinan parah, mendukung kelompok rentan, dan menangani masalah sosial seperti penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Dari sisi pemerintah pusat, Asisten Deputi Rehabilitasi dan Aksesibilitas Sosial, Gadriyanto Abung, memaparkan visi SCM sebagai pusat kerjasama inklusif yang mendukung kesehatan mental dan kemandirian ekonomi warga.

"Program ini berfokus pada tiga pilar: meringankan beban hidup, menambah penghasilan, dan mengurangi pusat kemiskinan," jelas Gadri.

Tujuan akhirnya menjadi solusi konkret untuk menekan angka kemiskinan nasional.

Pemilihan Kota Bogor sebagai proyek percontohan bukan tanpa alasan. Gadri menyoroti tingginya kasus judi online di wilayah tersebut, ditambah ketersediaan lahan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Rapat koordinasi ini pun dirancang untuk membekali perwakilan daerah lain dengan pengetahuan praktis, sehingga mereka bisa segera mereplikasi SCM.

"Bogor adalah contoh nyata kami. Semoga pengalaman ini bisa diterapkan di tempat lain untuk hasil yang lebih luas," harap Gadri.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota potensial, seperti Kabupaten Bogor, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cimahi, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Kudus.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #kemiskinan ekstrem #SCM