Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pohon Tua Miring Depan Balai Kota Bogor Ancam Pengguna Jalan, Netizen: Jangan Tunggu Ada Korban

Fikri Rahmat Utama • Senin, 22 September 2025 | 11:07 WIB
Pohon karet kebo di pusat Kota Bogor, kini kondisinya miring ke arah jalan dan terancam roboh menimpa pengendara.
Pohon karet kebo di pusat Kota Bogor, kini kondisinya miring ke arah jalan dan terancam roboh menimpa pengendara.

RADAR BOGOR – Kondisi pohon karet kebo (Ficus elastica) di depan Balai Kota Bogor membuat cemas masyarakat.

Pohon tua itu miring signifikan, seolah hendak tumbang ke arah Jalan Ir. H. Juanda, tepat di seberang gerbang utama Istana Kepresidenan Bogor.

Pantauan di lokasi pada Minggu 21 September 2025 menunjukkan, kemiringan pohon raksasa itu sangat jelas terlihat. Kondisi ini mengancam arus lalu lintas yang selalu padat di bawahnya.

Meski beberapa dahan tampak sudah dipangkas, tindakan itu dinilai belum cukup untuk mengatasi risiko bahaya. Kekhawatiran ini pun ramai menjadi perbincangan di media sosial Instagram Radar Bogor.

Warganet mendesak Pemkot Bogor segera mengambil tindakan sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.

Mereka khawatir pohon tersebut bisa tumbang kapan saja, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

"Kenapa sih sudah tau miring ngga dipotong saja, jangan lah nunggu ada korban baru ditebang," tulis akun @aki_sigit_prass di kolom komentar unggahan Radar Bogor soal kondisi pohon tersebut.

Senada dengannya, akun @dieapriadi mempertanyakan kelambanan penanganan. "Apa harus nunggu ada korban dlu bru di tebang," ujarnya.

Meski begitu, tidak sedikit warganet yang menyarankan agar Pemkot tidak gegabah menebang pohon yang memiliki nilai sejarah dan ekologis tersebut. Mereka mendorong adanya kajian mendalam dari ahli sebelum mengambil keputusan.

"Pemkot biasanya bisa bekerja sama dengan arborist (ahli pohon) untuk menentukan apakah masih bisa diselamatkan atau memang harus ditebang," saran akun @muhammad_fauzi_kusnaedi.

Ia menekankan pentingnya penilaian teknis terlebih dahulu. Menurutnya, jika penebangan menjadi satu-satunya opsi karena kondisi darurat, maka harus ada syarat yang dipenuhi.

"Kalau pun akhirnya harus ditebang, maka wajib ada penggantinya. Biasanya 1 pohon besar ditebang harus diganti dengan beberapa pohon baru (3-5 pohon minimal)," jelasnya.

Beberapa warganet lain mencoba menganalisis penyebab kemiringan pohon tersebut. "Sepertinya karna banyak dahan dan ranting yang sudah tua di tebang, sehingga tidak semi kembali," duga akun @juliuz_anto.

Secara umum netizen berharap ada solusi cepat dan tepat dari dinas terkait untuk mengatasi ancaman di jantung Kota Bogor ini.

Sekretaris Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperumkim) Kota Bogor, Erwin Gunawan, menyatakan pohon ini sedang dalam penanganan dengan pemangkasan bertahap.

“Kami sedang menangani dengan melakukan pemangkasan pohon Karet Kebon itu,” ungkapnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#balai kota bogor #pohon #istana kepresidenan