Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jalur KRL Commuter Line Diusulkan Diperpanjang Hingga ke Wilayah Bogor Selatan, Pemkot dan PT KAI Bahas Kemungkinannya 

Fikri Rahmat Utama • Senin, 22 September 2025 | 13:31 WIB
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, bertemu Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin. Dalam pertemuan itu diusulkan perpanjangan jalur KRL Commuter Line
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, bertemu Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin. Dalam pertemuan itu diusulkan perpanjangan jalur KRL Commuter Line

RADAR BOGOR - Pemkot Bogor bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana memperpanjang jalur KRL Commuter Line hingga ke wilayah Bogor Selatan.

Perpanjangan jalur KRL Commuter Line ini mengemuka saat Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, bertemu Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin.

Mereka bertemu dan meninjau sejumlah lokasi strategis, mulai dari Alun-Alun, Skybridge Paledang–Bogor, hingga KRL Commuter Line di Stasiun Kota Bogor pada Senin 22 September 2025.

Dedie menjelaskan kehadiran Dirut PT KAI di Kota Bogor membuka harapan baru. Sebab dirinya bisa mengusulkan sejumlah hal terkait rencana pengembangan KRL Commuter Line.

"KRL diusulkan tidak hanya berhenti di Stasiun Bogor, tetapi diperpanjang hingga ke arah selatan Bogor. Nanti kita tunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak KAI," ungkapnya.

Selain itu dia juga mengusulkan pembangunan stasiun pemberhentian (stop light) baru di wilayah Sukaresmi, Bogor Barat. Pemkot bahkan disebut telah menyiapkan lahan seluas 1,6 hektare.

Menurut Dedie, stasiun ini akan menjadi solusi memecah kepadatan penumpang di Stasiun Bogor.

Penumpang dari wilayah barat dan utara Bogor seperti Leuwiliang, Jasinga, Dermaga, Ciluar, hingga Cibuluh tidak perlu masuk sampai ke alun-alun atau pusat kota. "Mereka bisa turun di Sukaresmi," jelasnya.

Tak hanya untuk penumpang, Stasiun Sukaresmi juga diusulkan menjadi pusat logistik hasil bumi dari Bogor Barat dan sekitarnya.

Sebab masih banyak petani di wilayah tersebut yang membutuhkan transportasi ke Jakarta. "Jika disiapkan akses angkutan langsung ke Jakarta, ini akan sangat membantu," tambah Dedie.

Di samping itu, Pemkot Bogor berencana menyulap area di Jalan Nyi Raja Permas, dekat Stasiun Bogor, menjadi sentra kuliner yang representatif.

Kehadiran pusat kuliner diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang menggunakan kereta.

"Apalagi Stasiun Bogor sudah rapi dan ditunjang alun-alun yang indah, ini akan menjadi daya tarik baru," katanya.

Menanggapi usulan tersebut, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyambut baik visi yang dipaparkan Pemkot Bogor. Ia menyebut diskusi yang dilakukan sangat produktif dan komprehensif.

"Potensi ke depan sangat besar, tidak hanya kenaikan jumlah penumpang, tetapi juga angkutan barang," ujar Bobby.

Pihaknya akan segera melakukan kajian mendalam terkait usulan-usulan tersebut, termasuk perpanjangan jalur KRL Commuter Line dan pembangunan stop light Sukaresmi.

Mereka akan mengkaji secara komersial dan teknis. "Hasil kajian akan kami laporkan kembali ke Pak Wali," janjinya.

Bobby juga membuka kemungkinan Stasiun Paledang, yang kini hanya melayani kereta lokal, dapat ditingkatkan untuk melayani KRL commuter line. Dengan adanya commuter line membantu memecah kepadatan Stasiun Bogor.

"Tujuannya meningkatkan kapasitas, keamanan, dan kenyamanan layanan transportasi massal dengan harga yang terjangkau," pungkasnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#pemkot bogor #pt kai #KRL Commuter Line